EkonomiSultra

Mahasiswi UHO Rasakan Manfaat FORKESTRA 2026, dari Edukasi QRIS hingga Tantangan AI

×

Mahasiswi UHO Rasakan Manfaat FORKESTRA 2026, dari Edukasi QRIS hingga Tantangan AI

Sebarkan artikel ini
FORKESTRA 2026 menjadi ruang belajar Gen Z dari tantangan AI hingga masa depan ekonomi Sultra. (Foto Dok Humas BI Sultra)

Swarasultra.id, Kendari – Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (FORKESTRA) 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (KPwBI Sultra) menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami tantangan ekonomi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.

Melalui berbagai rangkaian kegiatan hingga puncak acara, FORKESTRA 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam membangun ekosistem ekonomi Sulawesi Tenggara yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing global.

Pengalaman positif tersebut dirasakan Risva Sandria Nizar, mahasiswi Fakultas Teknik Informatika Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Ia menilai FORKESTRA 2026 memberikan banyak manfaat bagi anak muda, terutama melalui materi seminar yang relevan dengan perkembangan zaman.

Risva mengaku mengikuti rangkaian kegiatan sejak pembukaan hingga puncak acara. Menurutnya, forum tersebut memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong generasi muda untuk lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

“Dalam sesi seminar nasional, para narasumber yang dihadirkan sangat menginspirasi dan relevan dengan kondisi anak muda saat ini. Ada Xaviera Putri selaku penulis dan kreator konten, Irman Faiz selaku Lead Economist Bank Danamon, serta Prof. Dr. Azhar Bafadal,” ujar Risva di lokasi kegiatan FORKESTRA 2026, Senin (5/10/2026).

Ia mengatakan, materi yang disampaikan para narasumber membuka wawasan mengenai kondisi perekonomian Sulawesi Tenggara, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga perubahan pasar kerja yang semakin dinamis.

Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah pembahasan mengenai tantangan AI terhadap pekerjaan tingkat pemula atau entry-level. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut generasi muda untuk terus belajar dan mampu beradaptasi agar tidak tertinggal dalam persaingan dunia kerja.

Selain itu, pesan agar anak muda mampu berdampingan dengan teknologi sekaligus berkontribusi bagi daerah sendiri menjadi hal penting yang ia dapatkan dari forum tersebut.

“Materinya sangat membuka wawasan, mulai dari kondisi perekonomian Sultra, ancaman AI terhadap pekerjaan entry-level, pasar kerja yang semakin dinamis, hingga bagaimana pemuda harus bisa berdampingan dengan AI dan tidak meninggalkan daerah. Semuanya cukup inspiratif dan keren,” katanya.

Tak hanya seminar, Risva juga mengapresiasi berbagai stan interaktif yang disediakan BI Sultra. Menurutnya, kehadiran stan edukasi membuat peserta bisa memahami materi secara lebih menarik melalui permainan dan pengalaman langsung.

Beragam materi diperkenalkan, mulai dari edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, hingga pengenalan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi syariah.

“Di setiap booth ada permainan edukasi, pengenalan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sistem pembayaran QRIS, hingga edukasi UMKM dan ekonomi syariah. Jadi, kami tidak hanya mendengarkan, tetapi juga bisa bermain dan belajar langsung,” ungkapnya.

Dia menambahkan, keterlibatan generasi muda juga terlihat dalam rangkaian kegiatan sebelum puncak FORKESTRA 2026.

BI Sultra turut membuka ruang partisipasi melalui kompetisi opini ilmiah yang mendorong mahasiswa dan kalangan muda menyampaikan gagasan mengenai isu ekonomi.

Bagi Risva, berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki ruang untuk belajar, mengembangkan pemikiran, serta mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi daerah.

Ia berharap, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh melalui FORKESTRA 2026 dapat menjadi bekal bagi anak muda untuk menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi di masa mendatang.

“Secara keseluruhan, FORKESTRA BI Sultra 2026 menjadi bukti bahwa Bank Indonesia Sultra dekat dan peduli terhadap generasi muda sebagai bagian dari generasi yang akan menghadapi tantangan perkembangan ekonomi di masa depan,” tuturnya.

Ia optimistis, keterlibatan generasi muda dalam forum seperti FORKESTRA dapat membantu mendorong terwujudnya ekosistem ekonomi Sulawesi Tenggara yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing global. (Red)

error: Content is protected !!