HeadlinePemerintahanSultra

104 Pejabat dan Kepala Sekolah Pemprov Sultra Dilantik, Ini Arahan Gubernur Andi Sumangerukka

×

104 Pejabat dan Kepala Sekolah Pemprov Sultra Dilantik, Ini Arahan Gubernur Andi Sumangerukka

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka melantik 104 pejabat termasuk Kepala Sekolah SMA dan SMK se Sultra di ruang pola kantor gubernur Sultra. (Foto Dok Swarasultra.id)

Swarasultra.id, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 104 pejabat serta kepala sekolah di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Senin (21/09/26).

Pelantikan tersebut mencakup 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 27 Pejabat Administrator, 10 Pejabat Pengawas, 32 Pejabat Fungsional, serta 25 Kepala Sekolah SMA/SMK di lingkup Pemerintah Provinsi Sultra.

Adapun pejabat eselon II yang dilantik tersebut adalah :

1. Andi Makkawaru Isa Zarny Jassin sebagai Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja;
2. La Ode Muhammad Ali Haswandy sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup;
3. La Ode Muhammad Shalihin sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan;
4. Belli dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Sultra;
5. Sulkantoto jadi Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan Dan Pembangunan Provinsi Sultra;
6. Muhammad Said dilantik sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air Dan Bina Marga Provinsi Sultra;
7. Misnawaty Lily jadi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara;
8. Hikmawaty dilantik sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan;
9. Lenni Kartika Indah sebagai Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi Dan Tata Ruang;
10. Ifa Puciano Lestari dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sultra.

Selain pejabat struktural, pelantikan juga mencakup kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra. Di antaranya Nur Aida sebagai Kepala SMAN 1 Kendari, Irwan Alimuddin sebagai Kepala SMAN 2 Kendari, dan Muhalip sebagai Kepala SMKN 2 Kendari.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan bagian dari penataan organisasi sekaligus pengembangan sumber daya manusia ASN.

Langkah ini, menurut Gubernur, diperlukan untuk memperkuat kapasitas birokrasi Pemerintah Provinsi Sultra agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka melantik 104 pejabat termasuk Kepala Sekolah SMA dan SMK se Sultra di ruang pola kantor gubernur Sultra. (Foto Dok Swarasultra.id)

“Mutasi dan promosi jabatan yang baru saja dilaksanakan merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam menerapkan merit sistem untuk pembinaan karier ASN dan kebutuhan organisasi perangkat daerah berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas,” kata Andi Sumangerukka.

Ia menegaskan, pengisian jabatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan daerah. Andi Sumangerukka juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar segera memahami tugas dan fungsi masing-masing, membangun koordinasi yang baik, bekerja secara terukur, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

“Setiap program kerja yang telah direncanakan harus memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Lebih lanjut gubernur Andi Sumangerukka, menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sultra saat ini tengah mendorong pembangunan melalui empat sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan berbasis agromaritim.

Keempat sektor tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Melalui momen tersebut, Andi Sumangerukka turut menekankan perubahan pola pikir ASN dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, birokrasi tidak boleh hanya berorientasi pada rutinitas dan penyelesaian program, tetapi harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menyampaikan tiga penekanan kepada ASN. Pertama, setiap program dan kegiatan harus menghasilkan capaian yang memberikan dampak dan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kedua, target dan sasaran kinerja yang telah ditetapkan harus benar-benar diwujudkan. Perjanjian kinerja, kata dia, tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif, melainkan harus menjadi komitmen yang dilaksanakan secara jujur, benar, dan konsisten.

Ketiga, setiap rupiah anggaran pemerintah merupakan uang rakyat yang harus dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain kepada pejabat, Andi Sumangerukka memberikan perhatian khusus kepada kepala sekolah yang mendapat amanah memimpin sekolah dalam klaster SMA unggulan Provinsi Sultra.

Ia menegaskan, sekolah unggulan tidak hanya diukur dari kualitas gedung, kelengkapan fasilitas, maupun prestasi akademik.

“SMA unggulan bukan hanya tentang gedung yang baik, fasilitas yang lengkap, atau prestasi akademik semata. Tetapi melalui SMA unggulan kita ingin melahirkan generasi muda Sultra yang unggul dalam ilmu pengetahuan, karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kreativitas, dan memiliki daya saing, serta siap menjadi pemimpin di masa depan,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta kepala sekolah mengarahkan pengelolaan SMA unggulan pada peningkatan kualitas peserta didik dan guru.
Sekolah yang masuk dalam klaster SMA unggulan juga diharapkan menjadi pusat pembinaan talenta dan prestasi anak-anak Sultra, baik dalam bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, kewirausahaan, maupun bidang lainnya.

Andi Sumangerukka mengingatkan seluruh ASN bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh, profesional, disiplin, dan penuh integritas.

“Pejabat yang baik tidak bertanya: keuntungan apa yang bisa dia peroleh dari jabatannya?, tetapi manfaat apa yang bisa dia berikan melalui jabatannya?,” tegasnya.

Gubernur Sultra menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat dan kepala sekolah yang baru dilantik serta meminta mereka menjadikan pelantikan tersebut sebagai momentum untuk bekerja lebih baik, berkarya lebih nyata, dan mengabdi dengan penuh tanggung jawab.

“Jaga kepercayaan, jaga integritas, jaga nama baik institusi, dan tunjukkan bahwa saudara-saudari adalah bagian dari kekuatan pemerintahan daerah yang akan membawa Sulawesi Tenggara semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya. (Red)

error: Content is protected !!