HeadlinePendidikanSultra

Dikbud Sultra Pastikan SPMB 2026 Lancar, 277 Sekolah Sudah Terhubung di Dashboard

×

Dikbud Sultra Pastikan SPMB 2026 Lancar, 277 Sekolah Sudah Terhubung di Dashboard

Sebarkan artikel ini
Kadis Dikbud Sultra Prof Aris Badara saat memberikan keterangan pers tentang SPMB 2026 di kantor Dikbud Sultra. (Foto Dok Swarasultra.id)

Swarasultra.id, Kendari – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 secara umum berjalan dengan lancar. Hingga memasuki tahapan pengumuman hasil seleksi, pihak dinas belum menemukan adanya persoalan serius yang mengganggu jalannya proses tersebut.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian SPMB—mulai dari tahap sosialisasi, pembekalan, hingga pengumuman resmi berlangsung aman sesuai target yang diharapkan.

“Sampai saat ini belum ada masalah-masalah yang serius. Sejak awal kita mulai dari sosialisasi sampai dengan pembekalan hingga pengumuman ini belum ada masalah-masalah. Prinsip kita berharap tidak ada persoalan-persoalan yang serius terkait dengan SPMB ini,” ujar Prof. Aris Badara, Jum’at (3/7/2026).

Dari target 399 sekolah yang dijadwalkan bermigrasi penuh menggunakan aplikasi penerimaan murid baru secara daring (online), saat ini sebagian besar data sudah masuk ke sistem pusat. Saat berita ditayangkan sudah ada 277 sekolah yang sudah terhubung ke Dashboard namun statusnya terus bergerak dan diperbarui secara real-time.

“Hasil SPMB yang sudah tayang di dashboard itu sudah 277. Kita berharap ada 399 sekolah yang menggunakan aplikasi ini dalam penerimaan murid baru,” tambahnya.

Dua Kendala Utama di Lapangan

Meski berjalan lancar, Aris tidak menampik adanya beberapa kendala teknis minor di lapangan. Namun, ia menegaskan bahwa masalah tersebut bukan karena ketidaktahuan, melainkan lebih kepada faktor eksternal dan adaptasi sistem baru.

Dua kendala utama yang diidentifikasi oleh Dikbud Sultra itu adalah infrastruktur jaringan. Di mana masalah koneksi internet di beberapa wilayah membuat pengiriman data ke dashboard pusat sedikit terhambat.

Selain itu kesiapan operator sekolah yakni adanya keraguan atau kehati-hatian dari operator sekolah saat menjalankan aplikasi, sehingga proses verifikasi membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.

“Yang satu terkait dengan kesiapan anak-anak kita menggunakan aplikasi, kemudian yang kedua kesiapan operator sekolah. Itu saja sering membuat keterlambatan karena ada beberapa hal teknis, sebenarnya bukan karena pengetahuan,” jelasnya.

Pihak Dikbud Sultra bergerak cepat untuk mengasistensi sekolah-sekolah yang masih mengalami kendala teknis tersebut. Meski begitu, Kadis Dikbud Sultra optimistis bahwa seluruh tahapan SPMB yang dijadwalkan selesai pada 3 Juli 2026 dapat rampung total sesuai dengan rencana semula.

“Ada beberapa kendala terkait mungkin masalah jaringan sehingga kami belum terima secara penuh. Kita berharap hari ini sudah rampung semua,” pungkasnya. (Red)

error: Content is protected !!