Swarasultra.id, Kendari – Laju inflasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menjadi sorotan setelah mencatat kenaikan signifikan hingga menyentuh angka 4,68 persen pada periode Juni 2026.
Merespons kondisi ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra bergerak cepat melakukan intervensi pasar.
Bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga, Disperindag Sultra menggelar Pasar Murah selama tiga hari dimulai dari 1 hingga 3 Juli 2026) di halaman Kantor Disperindag Sultra.
Sebanyak 1.680 tabung LPG 3 kg bersubsidi digelontorkan khusus untuk masyarakat. Selama Pasar Murah berlangsung, masyarakat Kota Kendari dan sekitarnya bisa membawa pulang gas melon bersubsidi dengan harga miring, yakni hanya Rp20.000 per tabung. Dengan syarat warga harus membawa kartu keluarga dan KTP, dan hanya boleh beli 2 gas melon.
Tidak hanya gas LPG, Disperindag Sultra juga menggandeng 16 distributor besar untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh di bawah pasar.
Beberapa komoditas yang paling diburu warga yakni beras SPHP, Minyak goreng, Gula pasir, Telur ayam, dan bahan pangan strategis lainnya.
Kepala Disperindag Sultra, Sukanto Toding, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar jualan murah, melainkan strategi mutlak untuk mengamankan pasokan barang sekaligus memotong rantai spekulan yang mencoba mempermainkan harga di lapangan.
Meski harga yang ditawarkan sangat miring, penyerapan LPG subsidi selama dua hari pertama terpantau masih landai. Dari kuota 500 tabung yang disiapkan per hari, rata-rata yang terjual baru berkisar di angka 200-an tabung.
Sukamto Toding menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena faktor musiman.
“Pembelian tidak begitu melonjak karena saat ini masih dalam masa libur sekolah. Aktivitas (dapur) masyarakat juga belum terlalu signifikan,” kata Sukanto, Kamis (2/7/2026).
Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan momentum. Kadis Perindag Sultra menegaskan bahwa pemerintah daerah siap kembali menggelar Pasar Murah jika ke depan terjadi gejolak harga di pasar.
“Nanti kalau aktivitas sudah aktif kembali atau ada gejolak, kita sediakan dan buka lagi penjualan gas subsidi,” tambahnya.
Edukasi Konsumen dan Tantangan di Luar Kendali Daerah
Selain fokus pada penjualan, Disperindag Sultra juga memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi warga melalui dialog interaktif bertajuk “Konsumen Cerdas Gas 3 Kg: Hak Kamu, Awasi Bareng”. Diskusi ini menghadirkan perwakilan agen LPG hingga Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Mustika Bangsa untuk mengawal agar distribusi gas melon ini bisa tepat sasaran dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di akhir kesempatan, Sukanto juga blak-blakan mengenai tantangan berat dalam mengendalikan inflasi daerah saat ini. Ia mengakui ada faktor eksternal yang berada di luar kendali penuh pemerintah daerah, namun dampaknya langsung memicu efek domino pada harga-harga barang di Sultra.
“Beberapa faktor seperti kebijakan bahan bakar minyak (BBM) dan harga avtur itu berdampak langsung pada harga umum di lapangan, dan itu memang di luar kendali daerah,” tukasnya.
Pasar Murah Bantu Warga
Sementara itu, Yuyun, salah seorang warga yang ikut membeli gas LPG 3 mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan Pasar Murah yang digelar dinas perindustrian dan perdagangan Provinsi Sultra.
“Tentunya sangat membantu kami masyarakat bu. Apalagi harganya sangat murah, sesuai harga pangkalan,” tutur Yuyun saat antre gas LPJ di halaman kantor Disperindag Sultra.
Warga Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari ini menjelaskan bahwa selama ini ia membeli gas LPG di penjual eceran bisa sampai harga Rp30.000 bahkan sampai Rp40.000. Sebab, menurutnya, jika berharap membeli gas LPG di pangkalan sulit karena langsung habis. Akhirnya terpaksa membeli di penjual eceran dengan harga sangat mahal.
Namun dengan adanya Pasar murah, Yuyun bersama warga lainnya bisa mendapatkan LPG sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Semoga kedepannya ada lagi Pasar Murah untuk LPG 3 KG. Karena program ini sangat membantu masyarakat kecil seperti kami, apalagi dengan naiknya semua harga bahan pokok seperti saat ini,” tutup Yuyun. (Red)













