Swarasultra.id, Kendari – Dinamika ekonomi global yang fluktuatif terus menjadi perhatian serius otoritas keuangan di daerah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah bersiap memanfaatkan momentum membaiknya harga minyak dunia untuk menjaga tren positif perekonomian bumi Anoa.
Sejak 1 Juli lalu, pergerakan harga minyak mentah global mulai menunjukkan tren penguatan.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa pergeseran ini bukan sekadar angka di pasar internasional, melainkan motor penggerak yang akan berdampak langsung pada dompet dan daya beli masyarakat Sultra.
“Kondisi ekonomi kita memang sangat dipengaruhi oleh harga minyak global. Dengan membaiknya harga per 1 Juli, otomatis ini akan memberi stimulus positif pada sektor-sektor tertentu, mulai dari pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga tingkat konsumsi masyarakat,” ujar Bismi di Kendari pada Kamis (2/7/2026).
Meskipun ada angin segar dari pasar global, OJK Sultra tidak mau lengah. Bismi memastikan pihaknya bakal memperketat pengawasan lewat kebijakan mikroprudensial. Langkah ini diambil agar aktivitas lembaga keuangan di Sultra tetap sehat, adaptif, dan mampu menyokong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami di OJK akan terus memantau dan mendorong kebijakan mikroprudensial. Tujuannya satu: memastikan seluruh roda ekonomi di Sulawesi Tenggara tetap berputar normal dan berkesinambungan,” tegasnya.
Sinergi Tiga Pilar Antisipasi Inflasi
Salah satu tantangan nyata yang sedang dihadapi Sultra saat ini adalah merangkaknya angka inflasi. Menanggapi hal tersebut, OJK Sultra langsung bergerak cepat membangun komunikasi intensif dengan Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Jujur saja, kami memantau tingkat inflasi kita memang ada peningkatan belakangan ini. Karena itu, saya langsung berkoordinasi dengan teman-teman Bank Indonesia,” ungkap Bismi.
Sinergi ‘tiga pilar’ keuangan ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang tepat sasaran. Bismi optimistis, kolaborasi kuat antara OJK, BI, dan Kemenkeu akan menjadi jangkar kuat yang menjaga stabilitas ekonomi Sultra tetap kokoh di tengah ketidakpastian global.
“Beberapa langkah strategis sudah mulai berjalan. Kami ingin memastikan bahwa fondasi ekonomi Sultra tetap berada dalam kondisi yang aman dan baik,” pungkasnya. (Red)













