EkonomiHeadline

Forkestra 2026 Himpun 1.300 Peserta, BI Dorong Ekonomi Sultra Makin Inklusif dan Berdaya Saing

×

Forkestra 2026 Himpun 1.300 Peserta, BI Dorong Ekonomi Sultra Makin Inklusif dan Berdaya Saing

Sebarkan artikel ini
Bank Indonesia Sultra gelar Forkestra 2026. Sebanyak 1.300 peserta ikut dorong ekonomi Sultra lebih Inklusif dan berdaya saing. (Humas BI Sultra)

Swarasultra.id, Kendari – Sekitar 1.300 peserta dari berbagai kalangan berkumpul di Kendari dalam Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2026. Puncak kegiatan melalui seminar nasional digelar di salah satu hotel di Kendari, Senin (5/10/2026).

Forum yang memasuki tahun keenam pelaksanaannya ini menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendorong perekonomian Sulawesi Tenggara.

Forkestra 2026 digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara dengan mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Sulawesi Tenggara yang Inklusif, Mandiri, dan Berdaya Saing Global”.

Berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, perbankan, korporasi hingga pemerintah daerah ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Halu Oleo Prof. Azhar Bafadal, serta penulis dan content creator Xaviera Putri.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua mengapresiasi pelaksanaan Forkestra sebagai ruang yang dapat mempertemukan berbagai perspektif dalam merumuskan gagasan untuk mendukung kemajuan ekonomi daerah.

Menurut Hugua, forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi mampu menghasilkan pemikiran yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tenggara.

“Forum ini menjadi sangat penting karena menjadi ruang untuk menghimpun dan merumuskan ide serta gagasan strategis dari berbagai sudut pandang dalam mendukung kemajuan perekonomian Sulawesi Tenggara,” ujar Hugua.

Kepala KPwBI Sulawesi Tenggara Edwin Permadi. (Humas KPwBI Sultra)

Sementara itu, Kepala KPwBI Sulawesi Tenggara Edwin Permadi mengatakan Forkestra menjadi salah satu sarana untuk memperkuat keterhubungan antara investasi, usaha lokal, sumber daya manusia dan kebijakan.

Keterhubungan tersebut, kata Edwin, penting dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang tidak hanya mampu tumbuh secara inklusif, tetapi juga memiliki daya saing yang semakin kuat.

“Dengan adanya keterhubungan antara berbagai elemen tersebut, kita berharap ekosistem ekonomi Sulawesi Tenggara dapat berkembang secara lebih inklusif, mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Forkestra 2026 tidak hanya dikemas dalam bentuk seminar nasional. Rangkaian kegiatan juga mencakup sosialisasi dan diseminasi serta kompetisi opini ilmiah yang menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan akademisi, untuk menyampaikan gagasan mengenai arah perekonomian Sulawesi Tenggara.

Berbagai pandangan dan masukan yang dihimpun dari rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam melihat tantangan sekaligus peluang ekonomi Sulawesi Tenggara.

Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga terus mendorong penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif, mandiri dan mampu bersaing di tingkat global.

Melalui Forkestra 2026, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai peserta dalam diskusi ekonomi, tetapi juga diharapkan ikut mengambil peran dalam membangun ekosistem ekonomi Sulawesi Tenggara yang lebih kuat, inklusif dan berkelanjutan. (Red)

error: Content is protected !!