HeadlineSultra

50 Hektare Sawah Kritis akibat Kekeringan, Pemda Mubar Siapkan Pompa dan BBM

×

50 Hektare Sawah Kritis akibat Kekeringan, Pemda Mubar Siapkan Pompa dan BBM

Sebarkan artikel ini
Bupati Muna Barat saat melihat langsung kondisi kekeringan di areal persawahan warga. (Foto : Swarasultra.id)

Swarasultra.id, Muna Barat – Sekitar 50 hektare lahan pertanian di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara dilaporkan mengalami dampak kekeringan cukup parah dan diperkirakan sudah tidak dapat diselamatkan.

Bupati Muna Barat La Ode Darwin mengatakan, untuk mengatasi kondisi ini pemerintah daerah kini melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah terdampak guna menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

Menurut Bupati Darwin, kondisi kekeringan diperparah oleh menurunnya debit sejumlah sumber mata air yang selama ini menjadi sumber utama irigasi pertanian. Akibatnya, pasokan air ke area persawahan dan lahan pertanian lainnya mulai terganggu.

“Kami telah melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk bekerja sama dengan BWS dalam mendukung operasional pompa air. Salah satu bantuan yang diberikan adalah penyediaan bahan bakar minyak untuk mengoperasikan pompa yang digunakan mengalirkan air ke lahan pertanian terdampak,” kata La Ode Darwin di Kendari, Selasa (8/9/2026).

Namun, lanjut Bupati Mubar, penggunaan pompa masih menghadapi sejumlah kendala. Pompa membutuhkan sumber air yang cukup untuk dapat digunakan secara maksimal, sementara di beberapa lokasi sumber mata air justru mengalami penyusutan debit.

“Setelah dilakukan kalkulasi sementara, ada sekitar 50 hektare lahan persawahan yang kondisinya sudah cukup parah akibat kekeringan dan sulit untuk diselamatkan,” ungkapnya.

Selain lahan persawahan, pemerintah juga masih melakukan identifikasi terhadap tanaman jagung dan sejumlah komoditas pertanian lainnya yang turut terdampak kekeringan. Tim pertanian dan penelitian saat ini masih melakukan pemetaan di lapangan untuk mengetahui secara pasti luas lahan dan jumlah tanaman yang terdampak.

Selain itu, La Ode Darwin menegaskan, pemerintah daerah juga telah mengusulkan sejumlah bantuan kepada pemerintah pusat. Kementerian Pertanian disebut telah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, termasuk melalui komunikasi langsung dengan pemerintah daerah.

Salah satu usulan yang tengah didorong adalah program penyediaan jaringan listrik hingga ke kawasan persawahan. Program tersebut diharapkan dapat mendukung penggunaan pompa air secara lebih efektif tanpa sepenuhnya bergantung pada bahan bakar.

“Titik-titik lokasi yang membutuhkan jaringan listrik saat ini masih dalam tahap survei dan pemetaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Mubar menambahkan, untuk penanganan jangka pendek, pemerintah menyiapkan bahan bakar bagi pompa air yang digunakan petani untuk menyiram tanaman. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan tanaman yang masih berpotensi diselamatkan.

Selain itu, pemerintah daerah telah menugaskan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan dan pengawalan di lapangan, khususnya pada wilayah pertanian yang mengalami ancaman kekeringan.

Sejumlah jaringan irigasi dilaporkan mulai mengalami kekurangan pasokan air akibat berkurangnya debit dari sumber mata air. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap distribusi air ke lahan persawahan.

La Ode Darwin berharap dengan berbagai langkah yang tengah dilakukan pemerintah dapat meminimalkan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Ke depan, pemerintah juga akan memaksimalkan upaya mitigasi dan penyediaan infrastruktur pendukung agar persoalan serupa tidak kembali menimbulkan kerugian besar bagi petani.

Saat ini, proses identifikasi masih terus dilakukan untuk mengetahui total luas lahan persawahan, tanaman jagung, dan komoditas pertanian lainnya yang terdampak kekeringan. (Red)

error: Content is protected !!