Swarasultra.id, Langara – Langkah nyata mewujudkan masyarakat mandiri secara finansial kembali bergulir di Kabupaten Konawe Kepulauan. Bertempat di Desa Kekea, Kecamatan Wawonii OJK Sultra bersama Bank Indonesia dan Pemda Konawe Kepulauan menyatukan kekuatan dalam misi edukasi keuangan pada Rabu (6/5/2026).
Kehadiran tiga instansi kunci ini menegaskan bahwa setiap warga, termasuk di wilayah pesisir, berhak atas perlindungan dan kemudahan akses perbankan yang aman. Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap maraknya aktivitas keuangan ilegal yang kian berkembang seiring dengan pesatnya transformasi digital. Kegiatan ini turut melibatkan Bank Indonesia, PT BPD Sultra, perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat seperti nelayan, petani, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM.
Sebanyak 112 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, khususnya pada sesi diskusi terkait investasi ilegal, akses pembiayaan KUR, SLIK, dan pelindungan konsumen.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Deputi Kepala OJK Sultra, Indra Natsir Dahlan, menegaskan bahwa di tengah pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus meningkat, masih terdapat tantangan signifikan berupa rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Indra mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, terdapat kesenjangan sebesar 14,05% antara Indeks Inklusi Keuangan yang mencapai 80,51% dan Indeks Literasi Keuangan sebesar 66,46%. Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun masyarakat telah memiliki akses terhadap layanan keuangan, pemahaman terhadap produk dan risiko keuangan masih perlu ditingkatkan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, ciri investasi legal dan logis, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan agar mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih cerdas dan aman.
Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Setda Konawe Kepulauan, Abd. Pattah, SE, M.Si, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi ini.

“Edukasi keuangan sangat penting, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan, serta menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan,” tegas Abd Fattah.
Analis Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, M. Fachrul Reza, menyampaikan bahwa literasi QRIS penting dalam mendukung transformasi digital sistem pembayaran, memperluas inklusi keuangan, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital.
Dalam kesempatan tersebut, OJK juga menekankan pentingnya penerapan prinsip 2L (Legal dan Logis) dalam setiap keputusan keuangan dengan memastikan legalitas lembaga jasa keuangan serta kewajaran imbal hasil yang ditawarkan.
Sebagai bentuk penguatan pelindungan konsumen, OJK turut memperkenalkan berbagai kanal layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, di antaranya Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) yang dapat diakses melalui situs resmi, Indonesia Anti-Scam Center (IASC), serta layanan SLIK melalui aplikasi iDebKu. Kanal-kanal tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta memantau riwayat kredit secara mandiri.
Melalui sinergi yang erat antara OJK, Bank Indonesia, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan, diharapkan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berdaya tahan.
Ke depan, OJK akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan kepulauan, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses dan pemahaman yang memadai terhadap layanan keuangan formal. Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat seiring dengan terjaganya stabilitas sistem keuangan di Kabupaten Konawe Kepulauan. (Red)













