Swarasultra.id, Kendari – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memacu akselerasi digitalisasi ekonomi dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah ini diwujudkan melalui Soft Launching Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 yang bertempat di The Park Kendari pada 2–9 Agustus 2026.
Festival ini menjadi panggung kolaborasi bagi 50 tenant pilihan, yang terdiri atas 30 tenant asal luar daerah dan 20 tenant UMKM lokal Sulawesi Tenggara.
Sinergi Kuat di Jantung Kota Kendari
Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengungkapkan bahwa kunci utama suksesnya perhelatan ini adalah sinergi erat lintas pihak di Kota Kendari termasuk dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kendari dan komunitas lokal.
“Kami menyinergikan beberapa kegiatan sekaligus, termasuk Finspora. Kebetulan semuanya berlokasi di Kota Kendari. Sinergi ini menjadi modal penting untuk membangun ekosistem ekonomi digital yang makin inklusif di Sulawesi Tenggara,” ujar Edwin.

Festival ini didesain lebih dari sekadar ajang memanjakan lidah atau promosi produk. BI Sultra secara aktif mendorong transformasi cara bertransaksi para pelaku UMKM agar makin beradaptasi dengan era digital.
Melalui event ini, BI juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara: Sektor perbankan dan non-perbankan. Pelaku Usaha Lokal Luar Daerah dengan memperluas jejaring bisnis (networking) serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Mengajak konsumen merasakan kemudahan bertransaksi secara nontunai (cashless). Kehadiran puluhan tenant dari berbagai daerah diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Sultra.
BI berharap integrasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat ini dapat mempercepat adopsi transaksi digital secara meluas.
Pada akhirnya, penguatan digitalisasi ini diproyeksikan mampu menjadikan UMKM sebagai pilar utama penggerak roda perekonomian Sulawesi Tenggara yang tangguh dan modern. (Red)













