Swarasultra.id, Kendari – Sektor perbankan di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan performa tangguh di tengah dinamika ekonomi global. Hingga akhir Semester I-2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra mencatat aktivitas perbankan daerah tetap tumbuh sehat, stabil, dan tepercaya.
Tak tanggung-tanggung, penyaluran kredit masyarakat berhasil menembus angka Rp54,61 triliun, atau tumbuh sebesar 5,13 persen secara tahunan (year-on-year).
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengungkapkan bahwa lonjakan kredit ini menjadi bukti nyata bahwa fungsi intermediasi bank di Sultra terus berjalan optimal.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa fungsi intermediasi perbankan di Sulawesi Tenggara masih berjalan kuat, bahkan di tengah berbagai tantangan ekonomi nasional maupun global,” ujar Bismi.
Selain penyaluran kredit yang mekar, total aset perbankan di Sultra kini terdongkrak naik menjadi Rp63,03 triliun.
Indikator positif lain terlihat dari angka Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terkumpul mencapai Rp34,25 triliun. Tingginya DPK ini menegaskan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat Sultra untuk menyimpan uang di bank lokal masih sangat tinggi.
Bukan sekadar tumbuh pesat, ekspansi kredit ini juga diimbangi dengan manajemen risiko yang mumpuni. Kualitas kredit di Sultra tercatat sangat sehat, terlihat dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang berada di level 1,85 persen. Angka ini jauh di bawah batas aman regulator sebesar 5 persen.
5 Sektor Utama Penopang Ekonomi Sultra
Bismi menjelaskan, roda pembiayaan di Sultra didorong kuat oleh lima sektor utama yang menyerap porsi terbesar kredit daerah, yaitu sektor rumah tangga, perdagangan, industri pengolahan, Pertanian dan Perikanan, pertambangan dan penggalian.
Dukungan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini dinilai menjadi benteng utama kelangsungan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ke depan, OJK Sultra berkomitmen untuk terus mendorong perbankan memperluas akses pembiayaan yang berkualitas, memperkuat mitigasi risiko, serta menjaga stabilitas sistem keuangan agar roda ekonomi masyarakat Sultra makin melaju kencang. (Red)













