Swarasultra.id, Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sultra, La Ode Darwin, optimistis bahwa kegiatan megah bertajuk Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya Muna diproyeksikan bakal menjadi pertemuan terbesar sepanjang sejarah Muna.
Acara yang mengusung tema ‘Merajuk Persaudaraan, Melestarikan Adat Dalam Semangat Kawunaha yang Luhur Menuju Indonesia Emas 20245’ ini dipusatkan di Pelataran Tugu Religi (Eks MTQ) Kota Kendari pada Minggu (19/7/2026). Tidak tanggung-tanggung, sekitar 20.000 warga Muna dari berbagai penjuru daerah diprediksi akan memadati lokasi acara.
Pencatatan Rekor MURI dan Panggung Budaya
Salah satu daya tarik utama dalam perhelatan ini adalah untuk mencatatkan nama di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Panitia telah menyiapkan penyajian 1.200 dulang khas masyarakat Muna, sebuah simbol kebersamaan dan tradisi kuliner lokal yang sarat makna.
Selain pemecahan rekor, para pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai atraksi seni dan budaya khas Muna yang mulai jarang dijumpai secara massal, di antaranya: Tradisi Haroa atau doa bersama dan syukuran, Perkelahian Kuda atau atraksi budaya legendaris Muna. Kemudian pertunjukan musik tradisional dan Gambus serta berbagai atraksi seni budaya Muna lainnya.
La Ode Darwin, yang juga menjabat sebagai Bupati Muna Barat, menjelaskan bahwa Silaturahmi Akbar ini merupakan agenda perdana setelah organisasi resmi bertransformasi dari Lembaga Budaya Muna (LBM) menjadi Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM).
“Ini merupakan kegiatan perdana setelah organisasi bertransformasi. Kami sangat optimistis sekitar 20 ribu orang akan hadir, mengingat undangan fisik dan digital yang tersebar saja sudah mencapai kurang lebih 13 ribu orang,” ujar La Ode Darwin saat meninjau lokasi kegiatan di Eks MTQ Kendari, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Darwin, esensi utama dari acara ini adalah melebur sekat generasi dan memperkuat identitas. “Tujuannya hanya satu: memperkuat kekeluargaan, kekerabatan, dan identitas kita sebagai masyarakat Muna,” tegasnya.
Gandeng Pedagang Lokal Tradisional
Panitia juga menunjukkan komitmennya untuk menggerakkan roda ekonomi hilir. Mengantisipasi membeludaknya massa yang tidak tertampung di area utama, panitia telah menyiapkan 5.000 porsi makanan di sejumlah titik luar area acara.
Uniknya, penyediaan makanan gratis untuk warga ini tidak menggunakan jasa katering besar, melainkan langsung melibatkan para pedagang dari sejumlah pasar tradisional di Kendari.
Dongkrak Sektor Pariwisata Sultra
Lebih dari sekadar ajang temu kangen, La Ode Darwin meyakini efek domino dari festival budaya ini akan berdampak langsung pada sektor pariwisata, khususnya bagi Kabupaten Muna dan Muna Barat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa budaya Muna sangat kaya. Harapannya, masyarakat luar semakin mengenal Muna dan tertarik datang untuk menikmati potensi wisata maupun kekayaan budaya yang kami miliki,” pungkas Darwin penuh optimistis.
Rangkaian acara akbar ini dijadwalkan akan diawali dengan pelantikan pengurus KKMM Sultra oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka dilanjutkan dengan ritual doa bersama, dan ditutup dengan pesta budaya. (Red)













