Swarasultra.id, Kendari – Catatan sejarah peradaban manusia resmi bergeser. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini dinobatkan sebagai wilayah yang memiliki situs lukisan purba tertua di dunia.
Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon saat melakukan kunjungan kerja ke Museum Provinsi Sultra di Kota Kendari pada Sabtu (11/7/2026). Temuan yang menggemparkan dunia arkeologi ini berada di Situs Layang Metan, Kabupaten Muna. Berdasarkan hasil uji ilmiah, lukisan dinding gua tersebut diperkirakan telah berumur 6.780 tahun.
“Provinsi Sulawesi Tenggara ini sekarang menjadi satu provinsi yang telah diakui memiliki lukisan purba yang tertua di dunia, umurnya 6.780 tahun di Kabupaten Muna,” ujar Menteri Fadli Zon di hadapan awak media.
Sebelum temuan di Kabupaten Muna ini mencuat, rekor lukisan gua tertua di dunia dipegang oleh situs kawasan karst Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan. Namun, hasil penelitian terbaru di Bumi Anoa berhasil mematahkan rekor tersebut.
“Sebelumnya yang tertua itu adalah di Maros Pangkep. Sekarang ternyata ditemukan yang lebih tua lagi di Muna,” tambah Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan menyampaikan riset mendalam atas temuan situs lukisan purba di Kabupaten Muna berdasarkan kolaborasi dengan sejumlah lembaga penelitian Internasional dan nasional, antara lain; Griffith University (Australia), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga pelestarian kebudayaan terkait. Hasil validasi penanggalan (dating) situs Muna ini sebenarnya telah resmi diumumkan kepada publik pada Januari 2026 lalu.
Harta Karun Peradaban Dunia yang Harus Dijaga
Bagi pemerintah, penemuan di Situs Layang Metan bukan sekadar deretan angka, melainkan bukti bahwa Sulawesi Tenggara adalah pusat peradaban manusia yang sangat bernilai tinggi.
Fadli Zon menyebut temuan ini sebagai sebuah treasure (harta karun) budaya yang luar biasa bagi Indonesia dan dunia.

“Artinya memang peradaban di Sulawesi Tenggara ini adalah peradaban yang sudah sangat tua. Menurut saya ini adalah satu kekayaan budaya yang sangat penting,” tegasnya.
Menteri Kebudayaan tidak hanya menyambangi Kota Kendari. Didampingi oleh Gubernur Sultra, Fadli Zon akan menghadiri Festival Liangkabori di Kabupaten Muna dan Kota Baubau untuk meninjau langsung potensi serta situs-situs budaya penting lainnya.
Menutup keterangannya, Fadli Zon berharap temuan spektakuler ini bisa menjadi momentum besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat pelestarian cagar budaya, sekaligus mendongkrak perhatian dunia terhadap sektor kebudayaan dan pariwisata di Sulawesi Tenggara. (Red)













