Swarasultra.id, Kendari – Perum BULOG Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menuntaskan penyaluran 303,25 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke 102 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau melalui jaringan koperasi.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Sultra, Erdi Baskoro, mengatakan penyaluran beras SPHP ke seluruh titik KDKMP yang menjadi sasaran di Sultra telah terealisasi 100 persen, dengan total volume mencapai 303.250 kilogram.
Realisasi tersebut tersebar di lima daerah, yakni 33 KDKMP di wilayah kerja Kanwil Sultra, 21 KDKMP di Baubau, 21 KDKMP di Raha, 20 KDKMP di Kolaka, dan tujuh KDKMP di Bombana.
BULOG memastikan dukungan pasokan beras SPHP bagi KDKMP terus berlanjut untuk memperkuat peran koperasi sebagai saluran distribusi pangan yang dekat dengan masyarakat.
“Kami mendukung penuh kesiapan pasokan beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan koperasi dengan tidak membatasi kuota pemesanan beras SPHP bagi KDKMP, serta terus memperkuat koordinasi agar proses pemesanan, pengiriman, dan pelayanan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Erdi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Swarasultra.id, Senin (19/10/2026).
Targetkan perluasan distribusi ke 8.000 KDKMP
Secara nasional, BULOG juga melanjutkan pemenuhan kebutuhan beras SPHP untuk 1.250 titik KDKMP. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat secara bertahap hingga menjangkau 8.000 titik.
Perluasan distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan operasional koperasi, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta ketentuan penugasan pemerintah.
Melalui langkah tersebut, jaringan KDKMP diharapkan dapat memperluas jangkauan penyaluran beras SPHP sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Koperasi jadi titik penyaluran bantuan pangan
Selain untuk distribusi beras SPHP, BULOG juga mendorong pemanfaatan KDKMP sebagai salah satu titik serah program Bantuan Pangan kepada masyarakat.
Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 28 KDKMP di lima provinsi telah digunakan sebagai lokasi penyerahan bantuan pangan. Rinciannya, 16 titik di Jawa Timur, lima titik di Jawa Barat, empat titik di Jawa Tengah, dua titik di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan satu titik di Sulawesi Selatan.
Penyaluran bantuan melalui koperasi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan fasilitas dan operasional masing-masing KDKMP.

BULOG juga memastikan proses penyerahan bantuan tetap memperhatikan ketepatan sasaran. Verifikasi identitas dan kesesuaian data penerima manfaat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak.
Sementara itu, di wilayah yang KDKMP-nya belum siap menjadi titik serah, penyaluran bantuan pangan tetap dilakukan melalui mekanisme reguler. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan sembari koperasi meningkatkan kesiapan dan kapasitas operasionalnya.
Untuk mendukung kelancaran program, BULOG terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, PT Agrinas Pangan Nusantara, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Koordinasi tersebut mencakup pemenuhan pasokan, distribusi, dan pelayanan di lapangan agar pemanfaatan KDKMP sebagai jaringan distribusi kebutuhan pokok dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui penyaluran beras SPHP dan pemanfaatan koperasi sebagai titik serah bantuan pangan, BULOG berupaya memperkuat peran KDKMP sebagai mitra distribusi pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. (Red)













