Swarasultra.id, Serang – Densus 88 AT Polri melalui Satgaswil Banten terus mendorong proses transformasi ideologi mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) melalui dialog, penguatan wawasan kebangsaan, dan pemahaman keagamaan yang moderat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Transformasi Ideologi bertajuk “Jalan Menuju Wasathiyah” yang digelar di Aula Le Dian Hotel & Cottages, Kota Serang, Selasa (29/9/2026).
Sebanyak 61 peserta eks JI wilayah Banten mengikuti kegiatan tersebut. Forum ini turut melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, organisasi keagamaan, serta sejumlah tokoh eks JI dari luar Banten.
Kasatgaswil Banten Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka W., S.H., S.I.K., M.K.P., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari roadmap yang telah disepakati antara Densus 88 AT Polri dan para eks JI setelah pembubaran organisasi tersebut.
Menurut Mayndra, program tersebut diarahkan untuk membantu peserta semakin terintegrasi dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus memperkuat komitmen untuk berkontribusi positif bagi bangsa.
“Program ini merupakan rangkaian roadmap yang diharapkan dapat mendorong para peserta untuk semakin terintegrasi dan berperan positif di tengah masyarakat, serta meningkatkan komitmen untuk memajukan bangsa Indonesia dengan iman, takwa, dan amanah,” ujar Mayndra.
Ia menyebut Densus 88 AT Polri hingga kini telah melaksanakan 19 kegiatan pemberdayaan eks JI di berbagai wilayah Indonesia. Pelaksanaannya dilakukan bersama mitra di daerah sebagai bagian dari upaya pencegahan dan proses deradikalisasi.
Perkuat Komitmen Kebangsaan
Kakanwil Kemenag Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, M.Si., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga keberagaman Indonesia yang terdiri atas berbagai budaya, suku, bahasa, dan agama.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang perlu dirawat melalui toleransi dan sikap saling menghormati.
Proses transformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara.

“Kegiatan Transformasi Ideologi JI” juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran bersama sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan para peserta.
Sementara itu, Ps. Kasubdit IV Kamneg Ditintelkam Polda Banten, Kompol Deni Ramdani, menilai forum tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai ideologi terorisme dan pola penyebaran narasi kekerasan.
Pemahaman tersebut diperlukan agar masyarakat dapat mengenali faktor-faktor yang berpotensi membuat seseorang terpapar paham kekerasan.
Penguatan nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham kekerasan.
Hadirkan Tokoh Eks JI
Kegiatan “Jalan Menuju Wasathiyah” turut menghadirkan sejumlah tokoh eks JI sebagai narasumber, yakni Ustadz Para Wijayanto, Ustadz Muh. Choirul Anam, dan Ustadz Zarkasih.
Para peserta mendapatkan materi mengenai Rumah Wasathiyah, pemutaran film Refleksi 1 Tahun Pembubaran Jamaah Islamiyah, serta sesi problem solving melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab.
Kegiatan juga diisi dengan penguatan wawasan kebangsaan, motivasi dan tausiyah, serta evaluasi melalui pengisian kuesioner.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib. Forum tersebut menjadi ruang interaksi langsung antara peserta dengan pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, organisasi keagamaan, dan para narasumber.
Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri bersama para mitra di Banten terus mendorong proses transformasi yang berkelanjutan dengan mengedepankan dialog, wawasan kebangsaan, nilai keagamaan yang moderat, serta keterlibatan aktif peserta dalam kehidupan bermasyarakat. (Red)













