Swarasultra.id, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memoles strategi pengamanan di tingkat bawah. Guna memperkuat peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Polri memboyong delegasi khusus untuk membedah langsung rahasia sistem kepolisian masyarakat (community policing) di Jepang.
Studi lapangan yang berlangsung pada 3–11 September 2026 ini didanai penuh oleh Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).
Sebanyak 10 personel pilihan—dipimpin Karo Kerma KL Stamaops Polri Brigjen Pol. M. Setyobudi DP bersama Kapusdik Binmas Lemdiklat Polri dan jajaran Bhabinkamtibmas—diterjunkan langsung ke Negeri Sakura.
Suntikan Ilmu dari Sistem “Koban” dan “Chuzaisho”
Fokus utama kunjungan ini adalah mempelajari sistem kerja petugas Koban (pos polisi perkotaan) dan Chuzaisho (pos polisi pedesaan/pemukiman) yang terkenal sangat dekat dengan warga lokal dalam meredam potensi kejahatan sejak dini.
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa langkah ini sangat krusial untuk Bhabinkamtibmas yang menjadi garis terdepan Polri di tengah masyarakat.
“Personel Binmas dan Bhabinkamtibmas bertukar informasi dan melihat secara langsung bagaimana kepolisian Jepang menjalankan community policing, khususnya dalam upaya pencegahan kejahatan dan pemeliharaan kamtibmas,” ujar Trunoyudo di Jakarta.

Ia mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas tak lagi sekadar responsif saat terjadi tindak pidana, melainkan fokus mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak awal.
Dalam kegiatan itu, delegasi Polri menyambangi sekolah kepolisian prefektur Jepang untuk menyerap sistem pendidikan dan pelatihan personel berbasis pembinaan masyarakat.
Menurut Trunoyudo, praktik terbaik dari Jepang tidak ditelan mentah-mentah, melainkan disesuaikan dengan kondisi sosial dan kultur masyarakat Indonesia.
Ia menambahkan Polri memastikan hasil dari studi ini akan langsung masuk ke meja evaluasi untuk menyempurnakan fungsi Binmas di lapangan
Pengalaman dari Jepang diharapkan mampu mencetak personel Bhabinkamtibmas yang makin humanis, sigap, dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia. (Red)













