EkonomiSultra

QRIS Jadi Andalan Transaksi Nontunai di Sultra, Nilainya Capai Rp617 Miliar

×

QRIS Jadi Andalan Transaksi Nontunai di Sultra, Nilainya Capai Rp617 Miliar

Sebarkan artikel ini
Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra menyebutkan bahwa transaksi QRIS di Sultra tembus Rp617 miliar, pengguna dan Merchant terus bertambah. (Foto Dok Humas BI Sultra)

Swarasultra.id, Kendari – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin memperkuat ekosistem transaksi nontunai di Sulawesi Tenggara (Sultra). Hingga Agustus 2026, nilai transaksi QRIS di daerah ini mencapai Rp617,12 miliar dengan volume 6,48 juta transaksi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan semakin luasnya akseptasi pembayaran digital, baik di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha.

Dari sisi pengguna, jumlah masyarakat Sultra yang telah menggunakan QRIS mencapai 373.622 orang. Angka tersebut tumbuh 29,59 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan juga terlihat dari sisi merchant

Hingga Agustus 2026, jumlah merchant QRIS di Sultra mencapai 286.786 merchant atau meningkat 32,02 persen (yoy). Para merchant tersebut tersebar di 17 kabupaten/kota di Sultra.

“Sinergi dan kolaborasi terus kami perkuat untuk mendorong akseptasi pembayaran non-tunai di Sultra, baik melalui kerja sama dengan TP2DD, sektor perbankan, antar-regulator, pelaku usaha, hingga komunitas strategis,” kata Edwin.

Menurut Edwin, peningkatan penggunaan QRIS tidak terlepas dari berbagai upaya memperluas ekosistem pembayaran digital di daerah. KPwBI Sultra bersama pemerintah daerah, perbankan, TP2DD, dan komunitas lokal terus mendorong edukasi serta perluasan penggunaan transaksi digital.

Sejumlah program juga digelar secara rutin, mulai dari Pekan QRIS Nasional, QRIS Jelajah Kuliner Sulawesi Tenggara, hingga High-Level Meeting (HLM), peningkatan kapasitas, dan asistensi teknis bersama pemerintah daerah.

Sinergi tersebut turut mengantarkan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Tenggara meraih Juara 3 TP2DD Terbaik Tingkat Provinsi se-Wilayah Sulawesi dalam Rakornas TPID dan TP2DD pada 24 September 2026.

Di sisi lain, perkembangan QRIS di Sultra juga menjadi bagian dari ekspansi sistem pembayaran digital Indonesia yang semakin terhubung secara global.

Raih Penghargaan PBB

Edwin mengatakan Bank Indonesia pada 21 September 2026 menerima penghargaan internasional “50-in-5 Awards 2026” dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas inovasi QRIS Antarnegara dalam mendukung pembayaran digital lintas negara yang inklusif dan interoperabel.

Sejak diimplementasikan pada 2022 hingga Juli 2026, transaksi QRIS Antarnegara oleh wisatawan atau pengguna asing di Indonesia telah mencapai 21 juta transaksi dengan nilai Rp5,90 triliun. Sementara itu, transaksi masyarakat Indonesia di negara-negara mitra tercatat sebanyak 4,67 juta transaksi dengan nilai Rp1,73 triliun.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa QRIS tidak hanya semakin menjadi bagian dari aktivitas transaksi masyarakat di dalam negeri, tetapi juga berkembang sebagai instrumen pembayaran digital yang menghubungkan Indonesia dengan ekosistem pembayaran negara mitra. (Red)

error: Content is protected !!