Swarasultra.id, Kolaka Timur – Upaya membangun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya dilakukan melalui patroli dan penegakan hukum. Polres Kolaka Timur juga memperkuat pendekatan humanis melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan personel kepolisian dan masyarakat.
Setiap Jumat malam, Masjid Al-Qodri Polres Kolaka Timur menjadi tempat berlangsungnya kegiatan ta’lim dan kajian agama rutin. Personel Polres Kolaka Timur bersama warga mengikuti kegiatan tersebut dalam suasana penuh kebersamaan.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman dan nilai-nilai spiritual. Bekal tersebut dinilai penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Kapolres Kolaka Timur melalui Wakapolres Kolaka Timur, Kompol Syariddin, S.H., mengatakan penguatan mental dan spiritual merupakan bagian penting dalam membentuk personel yang mampu memberikan pelayanan secara tulus dan humanis.
“Kegiatan ini sengaja kami selenggarakan untuk meningkatkan nilai spiritual personel. Kami meyakini bahwa bekal iman yang kuat akan melahirkan pelayanan yang tulus, adil, dan humanis saat bertugas di tengah-tengah masyarakat,” ujar Kompol Syariddin saat dikonfirmasi.
Menurutnya, kegiatan kajian tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolres Kolaka Timur yang mengacu pada kebijakan Kapolri melalui program Sabuk Kamtibmas.
Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi personel kepolisian. Masyarakat umum juga diberikan ruang untuk ikut serta dalam kajian sehingga kegiatan keagamaan ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara polisi dan warga.
Keterlibatan masyarakat pun mendapat respons positif. Arjun, salah satu pemuda yang mengikuti kajian, mengapresiasi langkah Polres Kolaka Timur yang membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar agama bersama anggota kepolisian.
“Saya sangat senang dan mengapresiasi Polres Kolaka Timur atas terlaksananya kajian ini. Ini menjadi sarana yang sangat baik bagi kami untuk menimba ilmu agama bersama bapak-bapak polisi. Saya berharap kalau bisa kajian seperti ini terus dirutinkan setiap minggu karena dampaknya sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Arjun.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Kolaka Timur menunjukkan bahwa upaya menjaga kamtibmas dapat dibangun melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya mengandalkan kehadiran aparat di lapangan, hubungan antara polisi dan warga juga diperkuat melalui ruang dialog, silaturahmi, serta kegiatan keagamaan.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan sosok Polri yang humanis, dekat dengan masyarakat, sekaligus membangun lingkungan yang aman dan kondusif melalui penguatan nilai-nilai spiritual. (Red)













