EkonomiHeadlineSultra

Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Jurus Jitu BI dan Pemprov Kendalikan Inflasi Lewat UMKM

×

Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Jurus Jitu BI dan Pemprov Kendalikan Inflasi Lewat UMKM

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sultra Hugua didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Edwin Permadi, membuka acara Sultra Maimo Sharia Fest 2026 di Kendari. (Foto dok Swarasultra.id)

Swarasultra.id, Kendari – Kolaborasi besar antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) dan Bank Indonesia resmi diperkuat guna memacu akselerasi sektoral UMKM di Bumi Anoa.

Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menyatakan bahwa peran UMKM sangat krusial dalam menstabilkan ekonomi daerah. Pesan kuat ini disampaikan Wagub Hugua dalam kegiatan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 sebagai langkah nyata mendorong pertumbuhan sektor ekonomi syariah dan kreatif.

Wagub mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif program yang menggerakkan geliat UMKM di daerah.

“Pemerintah provinsi menyampaikan terima kasih kepada BI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini untuk menggelorakan UMKM. Karena UMKM ini merupakan media utama penggerak ekonomi, baik di Indonesia maupun di Sulawesi Tenggara,” ungkap Wagub Sultra usai membuka Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Jumat (24/4/2026).

Dijelaskan bahwa ketika UMKM berkembang dengan baik, maka dampaknya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kelas menengah ke bawah hingga kalangan atas. Kondisi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas dan meningkatkan dinamika ekonomi masyarakat di tengah tantangan global.

“Kalau UMKM berkembang, maka semua lapisan masyarakat akan menikmati. Ini yang membuat dinamika ekonomi tetap berjalan, dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi daerah juga ikut meningkat,” ungkap mantan Bupati Wakatobi dua periode.

Lebih lanjut, Hugua mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen masyarakat masih bergantung pada sektor UMKM. Oleh karena itu, penguatan sektor ini menjadi kunci dalam mendorong pembangunan daerah.

Ia menyoroti bahwa UMKM di Sulawesi Tenggara banyak bergerak di sektor industri kecil, industri kreatif, serta sektor pangan yang memiliki peran strategis terhadap ketahanan ekonomi.

“Hampir 70 persen penduduk kita bergantung pada UMKM. Ini mencakup sektor industri kecil, industri kreatif, hingga sektor pangan. Kalau sektor-sektor ini berkembang, maka ketahanan pangan kita juga kuat, dan ekonomi masyarakat akan ikut tumbuh,” tambahnya.

Melalui berbagai program yang diinisiasi Bank Indonesia, pemerintah daerah berharap UMKM dapat terus berkembang, sehingga mampu menjadi fondasi utama dalam memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan. (Red)

error: Content is protected !!