HeadlineSultra

Wakapolda Sultra Serap Aspirasi Warga, Narkoba hingga Judi Online Jadi Sorotan

×

Wakapolda Sultra Serap Aspirasi Warga, Narkoba hingga Judi Online Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Wakapolda Sultra Brigjen Budi Hermawan turun berdialog dengan warga, bahas keamanan dan Narkoba dan judi online. (Foto Dok Humas Polda Sultra)

Swarasultra.id, Kendari – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol. Budi Hermawan, membuka dialog bersama masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus membahas berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di salah satu warung kopi di Kendari, Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan bertajuk Kumpul Bersama Masyarakat sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari peredaran narkoba, minuman keras (miras), hingga judi online. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden melalui program Quick Wins Kapolri, untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sultra, pengurus Kelompok Sadar Kamtibmas (Pokdarkamtibmas) Bhayangkara Sultra, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta perwakilan nelayan.

Wakapolda Sultra mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, kendala, dan informasi terkait situasi keamanan di lingkungan mereka.

“Kita bisa berkumpul di tempat ini dalam rangka mewujudkan program Bapak Kapolri, yakni Polisi Bersama Masyarakat, dan hampir semua elemen ada,” kata Budi Hermawan.

Ia menjelaskan, setiap aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan ditelaah untuk menentukan langkah penanganan. Kepolisian akan menindaklanjuti persoalan sesuai kewenangannya, baik melalui upaya pencegahan, pembinaan, maupun penegakan hukum.

Sementara itu, persoalan yang berada di luar kewenangan kepolisian akan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar dapat ditangani sesuai kebutuhan.

Budi juga mengajak masyarakat berperan aktif mengawasi pelayanan dan perilaku anggota Polri. Masyarakat dapat menyampaikan informasi atau pengaduan melalui layanan Call Center 110, aplikasi Yanduan dengan QR Code Gajah Mada Propam, maupun Dumas Itwasda Polda Sultra.

“Informasi dan masukan dari masyarakat tidak hanya dihimpun melalui tempat pertemuan, tetapi juga dapat melalui kanal layanan 110,” jelasnya.

Narkoba, Miras, dan Judi Online Jadi Perhatian

Dalam dialog tersebut, Budi turut menyoroti peredaran narkoba yang masih menjadi tantangan dalam menjaga keamanan di Sultra.

Menurutnya, Polda Sultra bersama jajaran polres hingga polsek terus melakukan upaya pemberantasan narkoba. Salah satunya melalui penanganan peredaran narkoba di kawasan Kampung Salo.

Ia menegaskan, upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan. Penanganannya tidak cukup hanya melalui operasi kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Selain narkoba, peredaran miras juga menjadi perhatian karena berpotensi berkaitan dengan tindak pidana, seperti penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Budi juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak judi online yang menjadi salah satu persoalan kejahatan di dunia maya. Karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencegah berbagai persoalan tersebut. Edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan.

“Harkamtibmas merupakan tanggung jawab bersama, sehingga dalam mewujudkan dan menjaganya diperlukan partisipasi aktif masyarakat serta bersinergi dengan stakeholder dan komponen masyarakat lainnya,” ujarnya.

Pokdarkamtibmas jadi jembatan komunikasi

Sementara itu, Ketua Umum Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sultra, Rusmin A. Gani, mengatakan pertemuan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat.

Menurutnya, Pokdarkamtibmas Bhayangkara merupakan organisasi mitra kepolisian yang memiliki struktur hingga tingkat polres.

“Pokdarkamtibmas Bhayangkara merupakan organisasi yang bermitra dengan kepolisian dan memiliki struktur hingga tingkat polres,” jelas Rusmin.

Ia berharap organisasi tersebut dapat berperan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan kepolisian, terutama dalam menyampaikan informasi serta membantu mencari solusi atas persoalan kamtibmas di lingkungan masing-masing.

Melalui pertemuan ini, kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin terbuka dalam bertukar informasi, menyampaikan aspirasi, serta bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban di Sulawesi Tenggara. Dengan komunikasi yang baik dan partisipasi aktif masyarakat, berbagai potensi gangguan keamanan diharapkan dapat dicegah sejak dini. (Red)

error: Content is protected !!