Swarasultra.id, Kendari – Bukan sekadar pameran, kehadiran PT Vale Indonesia Tbk di HUT ke-62 Sulawesi Tenggara menjadi sinyal kuat percepatan hilirisasi industri di Bumi Anoa. Melalui tenant informatif di kawasan eks MTQ, Jumat (24/4/2026), raksasa pertambangan ini memamerkan bagaimana masa depan ekonomi Sultra akan dibangun di atas fondasi pertambangan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Manager External Relation PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Adam Chalid, menjelaskan bahwa kehadiran PT Vale kali ini sebagai komitmen dalam mendorong sektor industri untuk menampilkan sisi keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Langkah ini bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan sinyal kuat bahwa raksasa pertambangan di blok Pomalaa tersebut tengah mengintegrasikan standar hijau global ke dalam operasi lokal.
“Jadi kan sesuai tema HUT Sultra tahun ini bahwa untuk kami sektor pertambangan, industri pertambangan itu memang diminta untuk menampilkan yang terkait dengan ESG (Environmental, Social, Governance) dan terkait hilirisasi industri pertambangan. Sehingga pada kesempatan ini di stan PT Vale Indonesia, kami coba menampilkan progres konstruksi dan operasi kami yang terkait dengan prinsip ESG maupun hilirisasi industri pertambangan,” terang Adam.
Dia menambahkan, standar operasional di Blok Pomalaa akan mengikuti jejak keberhasilan pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan di Blok Sorowako selama puluhan tahun. PT Vale ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa konstruksi dan operasi pertambangan dapat berjalan selaras dengan kelestarian alam.
Dari sisi environmental atau lingkungan mungkin tidak jauh berbeda dengan yang sudah diaplikasikan puluhan tahun di Blok Sorowako. Di Blok Pomalaa juga diterapkan hal yang sama terkait dengan ramah lingkungan.
“Nah ini yang kami coba tampilkan di pameran kali ini. Bagaimana pendekatan dan pekerjaan konstruksi maupun operasi yang senantiasa mengutamakan lingkungan yang hijau,” tegasnya. (Red)













