Swarasultra.id, Kendari – Pesona warisan leluhur berpadu dengan modernitas di panggung Sultra Maimo Sharia Fest 2026. Kain tenun khas Sulawesi Tenggara sukses mencuri perhatian dalam Fashion Show Competition yang diikuti delapan perbankan di Bumi Anoa. Hal ini menegaskan bahwa kearifan lokal adalah primadona baru dalam industri mode.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengungkapkan bahwa ajang ini merupakan bentuk komitmen sektor perbankan dalam mempromosikan potensi lokal.
“Khusus untuk fashion show di Ikatan Wanita Perbankan, yang berpartisipasi sampai saat ini tercatat ada 8 perbankan sudah termasuk BI. Ada Bank Sultra, Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BSI, BNI, sama BI. Jadi ada 8 peserta khusus di Iwaba,” jelas Edwin Permadi pada Sabtu (25/4/2026).
Dalam peragaan busana tersebut, para peserta menampilkan kekayaan motif tenun dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara, mulai dari motif Buton, Tolaki, hingga tenun Masalili dari Muna. Edwin menekankan bahwa narasi yang dibangun dalam setiap busana bertujuan untuk menunjukkan bahwa kualitas wastra Sultra memiliki daya saing yang tinggi.

“Jadi ini kita mau memperkenalkan bahwa tenun-tenun yang ada di Sulawesi Tenggara itu tidak kalah cantik, tidak kalah keren-keren dengan tenun yang ada di luar sana,” tambahnya.
Edwin berharap promosi melalui panggung fashion show ini dapat menjadi batu loncatan bagi kain tenun lokal untuk merambah pasar yang lebih luas. BI Sultra berkomitmen agar wastra daerah tidak hanya menjadi konsumsi lokal, tetapi juga mampu menarik minat pecinta mode di kancah nasional hingga mancanegara.
“Harapannya adalah bahwa tenun yang ada di Sulawesi Tenggara ini bukan hanya dipakai oleh kita, tetapi memang bisa secara luas kita bisa promosikan ke luar Sulawesi Tenggara, terutama di Indonesia dan alangkah baiknya lagi kalau bisa ekspansi ke luar negeri,” tutup Edwin.
Ajang Iwaba Fashion Show ini membuktikan bahwa sinergi sektor keuangan dan industri kreatif dapat menjadi motor penggerak yang kuat dalam melestarikan budaya, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk unggulan daerah Sulawesi Tenggara. (Red)













