Swarasultra.id, Konawe – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah tancap gas mengubah wajah UMKM di Kabupaten Konawe agar tidak sekadar bertahan hidup, tetapi melek finansial. Melalui edukasi keuangan intensif, OJK membidik transformasi pelaku usaha lokal agar lebih cerdas mengelola arus kas sekaligus membuka lebar pintu akses pembiayaan formal yang selama ini sulit dijangkau.
OJK berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Konawe, dan Bank Indonesia mengimplementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), lewat kegiatan Festival Jajanan Kuliner dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Konawe.
Sebanyak 120 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan masyarakat umum tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan pembekalan penting terkait pengelolaan keuangan usaha, pengenalan produk jasa keuangan, hingga cara menghindari jebakan investasi ilegal.
Perwakilan OJK Sulawesi Tenggara menjelaskan, edukasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman, tetapi juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan layanan keuangan formal secara bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai salah satu alat penting dalam akses pembiayaan.
Diskusi berlangsung hidup, terutama saat peserta menyoroti maraknya penipuan berkedok investasi dan praktik keuangan ilegal. OJK pun kembali mengingatkan pentingnya prinsip “2L” — Legal dan Logis — dalam memilih produk keuangan
Sehubungan dengan hal tersebut, OJK Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menegaskan pentingnya bagi masyarakat untuk memastikan bahwa lembaga dan produk jasa keuangan yang digunakan telah berizin dan diawasi oleh OJK. Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kanal layanan dan pengaduan resmi, seperti Kontak OJK 157, Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), serta Indonesia Anti-Scam Center (IASC).
Selain itu, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan, berani menolak tawaran investasi ilegal, serta berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi atau penawaran yang berpotensi merugikan.
OJK akan terus memperluas jangkauan program edukasi keuangan di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing. Melalui kegiatan ini, OJK berharap pelaku UMKM di Konawe tidak hanya melek keuangan, tetapi juga mampu memperluas usahanya melalui akses pembiayaan yang aman dan terpercaya.
Langkah ini dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Red)













