Swarasultra.id, Kendari – Demi memutus rantai keterbatasan sarana, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) berencana merevitalisasi sejumlah infrastruktur olahraga di Kendari mulai Mei mendatang. Program adalah sebuah langkah konkret untuk memastikan atlet lokal tak lagi dianaktirikan oleh fasilitas yang kurang memadai.
Fasilitas yang akan direvitalisasi meliputi lapangan tenis, lapangan softball, kolam renang, lapangan golf, hingga kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengungkapkan bahwa program ini diharapkan menjadi semangat bagi para atlet daerah yang selama ini merindukan fasilitas berstandar nasional. Tidak hanya sekadar memoles infrastruktur, langkah ini diproyeksikan bakal menjadi kunci utama dalam mendongkrak prestasi Sulawesi Tenggara di kancah olahraga nasional maupun internasional.
Saat ini, lanjut Gubernur, proses pembangunan masih berada pada tahap penyusunan desain yang ditangani oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra. Ia menargetkan pengerjaan fisik dapat segera dimulai dalam waktu dekat.
“Desainnya sedang disiapkan dan segera diajukan. Insyaallah pertengahan Mei sudah mulai dikerjakan karena anggarannya sudah tersedia,” ujarnya saat menghadiri kegiatan turnamen tenis di Lapangan KONI Kendari, Jumat (3/4/2026).
Gubernur Andi Sumangerukka menekankan akan pentingnya pemeliharaan fasilitas setelah pembangunan selesai. Hal ini berdasarkan pengamatannya selama ini masih banyak aset pemerintah yang dibangun dengan anggaran besar, namun kurang mendapat perawatan optimal.
“Kalau sudah dibangun, tolong dijaga dan dipelihara dengan baik karena itu merupakan aset daerah,” pungkasnya.
Terkait Status Lahan
Dalam kesempatan itu juga Gubernur menyampaikan bahwa awalnya pemerintah daerah menargetkan pembangunan kompleks olahraga di satu lokasi tertentu. Namun, proses tersebut terkendala masalah status lahan yang belum mencapai kesepakatan, terutama terkait nilai ganti rugi.
“Masalahnya ada pada harga, sementara kemampuan anggaran kita terbatas. Negosiasi sudah dilakukan, tetapi belum ada titik temu,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengalihkan pembangunan ke lokasi lain yang dinilai lebih memungkinkan secara hukum dan administratif.
Di lokasi baru tersebut, pemerintah tetap akan membangun berbagai fasilitas olahraga secara terpadu. Fasilitas yang direncanakan meliputi lapangan sepak bola, kolam renang, lapangan golf (driving range), serta kantor penunjang.
“Semua fasilitas olahraga akan kita bangun di sini dan akan kita tata dengan baik agar siap digunakan,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati proses hukum yang berlaku terkait lahan yang masih bermasalah. “Kita ini negara hukum. Kalau ada yang mengklaim itu lahannya, tentu harus kita hormati dan selesaikan sesuai aturan,” tegasnya.
Gubernur Andi Sumangerukka menambahkan bahwa pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan fasilitas olahraga tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, kepastian hukum, dan optimalisasi anggaran daerah. (Red)













