Swarasultra.id, Andoolo – Jajaran Polda Sultra mulai memperketat pengawasan di gerbang-gerbang penyeberangan laut Konawe Selatan pada Rabu (18/3/2026). Langkah ini diambil guna menjamin ribuan pemudik Lebaran 2026 dapat pulang dengan aman tanpa gangguan keamanan di titik-titik rawan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M. bersama Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., serta didampingi Direktur Lalu Lintas yang juga menjabat sebagai Kasatgas Operasi Ketupat Anoa 2026, Kombes Pol. Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., dan sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra. Selain itu, dalam rombongan ikut Ketua DPRD Sultra Tariala, Danrem 143 Haluoleo, Danlanud Kendari, pihak Jasa Raharja.
Adapun dua lokasi yang menjadi fokus pemantauan yakni Pelabuhan Amolengo, Kecamatan Kolono, dan Pelabuhan Torobulu, Kecamatan Laeya, yang merupakan jalur vital penyeberangan masyarakat menuju wilayah kepulauan.
Patroli ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Anoa 2026 yang digelar untuk mengamankan momentum arus mudik dan balik Lebaran. Di lapangan, Kapolda bersama rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap arus penumpang, kesiapan personel, serta sarana dan prasarana pendukung di area pelabuhan.
Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko menegaskan bahwa kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sistem pengamanan dan pelayanan berjalan optimal, terutama pada masa puncak pergerakan masyarakat.
“Pengawasan ini penting untuk memastikan arus mudik tetap lancar serta mengantisipasi potensi kepadatan dan gangguan keamanan di jalur penyeberangan,” ujarnya.
Selain itu, kehadiran personel Polri di lapangan juga menjadi bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Dengan adanya pemantauan langsung di titik-titik strategis tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik di wilayah Sulawesi Tenggara dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga puncak arus balik mendatang. (Red)













