Swarasultra.id, Kendari – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara resmi mempercepat integrasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) ke dalam Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe pada Rabu (11/03/2026). Langkah besar ini diambil melalui High Level Meeting untuk memastikan setiap nelayan di Konawe mendapatkan kemudahan akses modal dan perlindungan keuangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim bersama perwakilan pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, serta sejumlah lembaga jasa keuangan.
Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang terintegrasi dengan akses layanan keuangan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi sektor perikanan dan pariwisata.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan sinergi Program EKI dengan KNMP menjadi langkah strategis dalam memperluas akses keuangan masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha di kawasan tersebut.
“Melalui kolaborasi berbagai pihak, diharapkan masyarakat di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya memperoleh peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas, termasuk pembiayaan usaha, layanan transaksi keuangan, serta perlindungan sosial yang dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Bismi.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dalam mendukung pengembangan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sorue Jaya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.
Beberapa kebutuhan yang tengah dipersiapkan antara lain penyediaan penerangan kawasan menggunakan energi tenaga surya, pembangunan pagar pengamanan kawasan, serta pengaturan akses kawasan sebelum peresmian melalui pemasangan pintu portable.
Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih Sorue Jaya yang telah memenuhi persyaratan administrasi direncanakan menjadi pusat pengelolaan kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih juga memiliki potensi pengembangan wisata bahari, seperti wisata perahu dari Toronipa menuju Pulau Labengki, wisata hutan mangrove seluas sekitar 10 hektare, serta potensi konservasi penyu laut yang dapat dikembangkan sebagai wisata edukasi.
Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan konektivitas jaringan telekomunikasi guna mendukung layanan digital dan akses keuangan masyarakat, tidak hanya bagi Desa Sorue Jaya tetapi juga desa-desa lain di Kecamatan Soropia. Dalam pertemuan tersebut, Bank Indonesia turut menyampaikan dukungan melalui fasilitasi penyediaan konektivitas internet selama satu tahun untuk mendukung digitalisasi kawasan serta pengembangan digitalisasi sektor perikanan bagi nelayan.
Sementara itu, lembaga jasa keuangan yang hadir menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan inklusi keuangan di kawasan tersebut melalui penyediaan akses layanan keuangan, dukungan pembiayaan bagi nelayan dan pelaku usaha mikro, pengembangan transaksi keuangan digital, serta perluasan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat.
Sinergi besar di Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan sekadar program di atas kertas. Ia adalah langkah nyata untuk memastikan warga pesisir Konawe tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam ekosistem ekonomi yang lebih sejahtera, mandiri, dan berkelanjutan. (Red)












