Swarasultra.id, Kendari – Sebanyak 135 warga kepulauan resmi bertolak ke kampung halaman tanpa biaya, menyusul pelepasan rombongan Mudik Gratis Polda Sultra dalam rangka Operasi Ketupat Anoa 2026, Selasa (17/3/2026).
Program mudik gratis ini diperuntukkan bagi mahasiswa dan warga yang tidak kebagian tiket jelang Idul Fitri.
Kapolda Sultra, Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya kepolisian menghadirkan pelayanan yang nyaman bagi masyarakat, tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan selama arus mudik Idul Fitri.
“Hari ini kita menyaksikan pelepasan mudik gratis dari Polda Sultra untuk masyarakat yang akan pulang kampung ke Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah,” jelasnya, Selasa (17/3/2026).
Dalam program ini, pemudik diberangkatkan menggunakan lima unit bus menuju sejumlah daerah tujuan, yakni Muna, Muna Barat, dan Buton Tengah.
Irjen Didik menambahkan, mayoritas peserta mudik gratis merupakan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kendari dan ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
“Harapannya program ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Sultra, khususnya mahasiswa dan mahasiswi yang ingin pulang kampung,” katanya.
Polda Sultra juga memastikan keberangkatan para pemudik tersebut dikawal hingga ke daerah tujuan untuk menjamin keamanan perjalanan.
“Tidak hanya berangkatnya tapi pada saat pulang juga akan bersama-sama,” ujarnya.
Kapolda Sultra menambahkan, program mudik gratis ini untuk sementara diadakan satu kali pemberangkatan. Namun pihak kepolisian membuka kemungkinan adanya rute tambahan apabila terdapat permintaan dari mahasiswa yang ingin mengikuti program serupa.
Sementara itu, salah satu peserta mudik gratis, Lina Fajriati yang merupakan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Saya sangat senang dan berterima kasih karena dengan mudik gratis ini kami mendapatkan fasilitas yang sangat nyaman. Biasanya kami harus antre atau mencari transportasi sendiri, tapi kali ini sangat terbantu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, beberapa rekannya sebelumnya tidak berencana pulang kampung karena keterbatasan biaya, namun akhirnya dapat ikut mudik berkat program mudik garatis Polda Sultra.
“Pendaftarannya juga sangat mudah, kami hanya perlu mendaftarkan nama saja. Semoga program seperti ini bisa terus diadakan di tahun-tahun berikutnya,” kata Lina penuh harap.
Dansat Brimobda Sultra Kombes Agus Setiawan menyampaikan bahwa keberangkatan pemudik gratis di tiga kabupaten menggunakan 3 bus Brimob Polda Sultra lengkap dengan sopir ditambah satu personel pendamping.
“Jadi anggota Brimob jadi sopir ditemani satu orang lagi. Kedua anggota ini adalah warga dari tiga wilayah masing-masing, jadi sekalian mudik Lebaran,” tukasnya. (Red)













