HeadlinePeristiwaSultra

Ini Kronologi Tenggelamnya KM Cahaya Intan di Perairan Teluk Bone

×

Ini Kronologi Tenggelamnya KM Cahaya Intan di Perairan Teluk Bone

Sebarkan artikel ini
Anggota Polsek Poleang menurunkan penumpang yang selamat dari kapal nelayan untuk mendapat perawatan medis di Puskesmas Poleang, Bombana. (Foto Dok Polsek Poleang)

Swarasultra.id, Bombana – Kapal penumpang yang memuat 13 orang dan 7 ABK karam setelah mengalami kebocoran pada lambungnya usai dihantam ombak tinggi di Teluk Bone pada Sabtu (14/2/2025). Beruntung, seluruh penumpang berhasil dievakuasi sebelum kapal hilang ditelan ombak.

Kapolsek Poleang Iptu Muhammad Firdaus mengatakan lambung kapal mengalami kebocoran pada pukul 06.00 Wita usai dihantam gelombang tinggi. Hingga menyebabkan lambung kapal mengalami kebocoran. Air laut masuk dengan cepat ke dalam ruang mesin dan palka.

Dijelaskan bahwa ABK langsung berupaya melakukan penanggulangan darurat dengan mengoperasikan 4 unit mesin pompa Alkon untuk menyedot air keluar.

“Upaya pompa Alkon terus dilakukan selama dua jam, namun debit air yang masuk tidak sebanding dengan kapasitas pompa. Kapal semakin berat dan mulai kehilangan kemampuan olah gerak,” terang Iptu Firdaus dihubungi via telpon, Sabtu malam.

BACA JUGA:  STQH Nasional XXVIII di Kendari Resmi Dibuka, Lantunan Kalamullah Bergema di Bumi Anoa

Kapolsek Poleang mengungkapkan sekitar pukul 08.00 Wita, nakhoda kapal bernama Mansur melihat keberadaan satu unit kapal nelayan yang sedang mencari ikan di dekat kapal mereka.

Selanjutnya, Mansur mengarahkan kapal yang mulai oleng mendekati kapal tersebut. Untuk dilakukan proses evakuasi seluruh penumpang dan ABK ke kapal nelayan. Sekitar satu jam penumpang berhasil dievakuasi ke kapal nelayan tersebut.

Iptu Firdaus menerangkan, sekitar pukul 12.00 Wita, kapal nelayan yang membawa para penumpang tiba di Pelabuhan Boepinang.

“13 penumpang langsung dipindahkan dan dibawa ke Puskesmas Poleang untuk mendapatkan perawatan,” ungkapnya.

Kapal dinakhodai oleh Mansur beserta enam ABK membawa 13 penumpang serta muatan campuran eperti motor, pakan, dan sembako.

BACA JUGA:  Hadiri Rapat Paripurna DPRD Sultra, Pj Gubernur : Rajut Kembali Persatuan Diantara Kita

Lebih lanjut kapolsek Poleang, menerangkan bahwa tersisa satu orang penumpang wanita yang masih dirawat di puskesmas dan 13 lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing termasuk 7 ABK.

“Tadi kami tinggalkan puskesmas masih ada satu orang yang dirawat, mungkin masih trauma. ABK sudah dimintai keterangan oleh anggota Polairud dan sudah pulang juga,” tegas Iptu Firdaus.

Ia bilang bahwa kapal tersebut sering melayani rute pelayaran Boepinang-Bajoe.

Kapolsek Poleang menambahkan, masyarakat di Kecamatan Poleang memanfaatkan rute pelayaran 1 minggu dua kali untuk kebutuhan belanja di Bone, Sulawesi Selatan karena harganya lebih murah dan jaraknya juga tidak terlalu jauh.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama menempuh perjalanan laut tersebut. (Red)

error: Content is protected !!