EkonomiHeadlinePemerintahanSultra

Ekonomi Sultra Tumbuh 5,79%, Sektor Produktif Kian Melejit di Tangan ASR-Hugua

×

Ekonomi Sultra Tumbuh 5,79%, Sektor Produktif Kian Melejit di Tangan ASR-Hugua

Sebarkan artikel ini
Grafik pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara (Foto : BPS)

Swarasultra.id, Kendari – Satu tahun kepemimpinan Gubernur dan wakil Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka-Hugua, rapor ekonomi tahun 2025 menunjukkan tren positif. Sultra kini bertransformasi menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru yang diperhitungkan.

Faktor kunci di balik kesuksesan satu tahun pertama mereka di antaranya adalah sektor pertanian, perdagangan, pertambangan, konstruksi dan sektor industri pengolahan.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo (UHO), Syamsul Anam, mengatakan bahwa secara makro, roda ekonomi Sultra saat ini bergerak stabil dan mulai menunjukkan kekuatan pasca-pandemi di tengah ketidakpastian kondisi global.

Ia memaparkan bahwa meski Sultra pernah menyentuh pertumbuhan dua digit pada masa booming mineral, pencapaian saat ini tetap menunjukkan tren yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Sultra tercatat naik dari 5,4 persen pada tahun 2024 menjadi 5,79 persen pada tahun 2025.

“Pertumbuhan kita saat ini itu mencapai 5 sampai 6 persen. Dan kabarnya sekarang BPS sudah merilis pertumbuhan final di tahun 2025 itu sebesar 5,79 persen dan itu berarti ada peningkatan dibanding tahun 2024 yang 5,4 persen. Jadi kita tumbuh 5,79 persen di tahun 2025,” jelas mantan Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Kendari, Kamis (5/2/2026).

Syamsul Anam menegaskan adanya pergeseran motor penggerak ekonomi. Di mana sebelumnya pertambangan selalu menjadi primadona tunggal, kini sektor pertanian mulai mengambil peran sentral dalam mendongkrak nilai produksi daerah.

BACA JUGA:  Swasembada Energi, Pendapatan Daerah Banggai Meningkat Berkat Operasional PLTMG Luwuk dan Sistem 150 kV

“Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa sektor. Kabarnya sektor pertanian lah yang menjadi motor penggerak pertumbuhan kita. Kemudian yang kedua umumnya industri pengolahan, yang ketiga pertambangan. Jadi secara makro dari tahun 2024 ke tahun 2025 kita mengalami peningkatan dihitung dari pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Syamsul bilang, peningkatan pertumbuhan ekonomi ini merupakan hasil sinergi yang kuat di bawah nakhoda pemerintahan ASR-Hugua. Peningkatan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) menandakan adanya lonjakan nilai produksi dari seluruh entitas ekonomi di Sulawesi Tenggara.

Di tengah situasi regional dan global yang sedang tersendat akibat berbagai konflik ekonomi, capaian Sultra ini dinilai sebagai prestasi yang patut dibanggakan.

Pengamat Ekonomi dan akademisi UHO Kendari, Syamsul Anam saat diwawancarai awak media. (Foto dok. Swarasultra.id)

“Jadi ini patut kita apresiasi kerja bareng antara pemerintah dan sektor swastanya plus masyarakat yang telah mencapai pertumbuhan meskipun tipis pertumbuhannya, tapi ini perlu diapresiasi mengingat hampir seluruh daerah dan mungkin bahkan secara regional dan global pertumbuhan ekonominya ini agak tersendat dan tertekan,” tutup Syamsul Anam.

Satu tahun pertama telah meletakkan fondasi yang solid. Namun, tantangan zaman terus berubah. Keberhasilan menjaga angka pertumbuhan ini menjadi standar tinggi bagi ASR-Hugua untuk membuktikan bahwa performa gemilang ini bukan sekadar kejutan awal, melainkan tren positif yang berkelanjutan.

Urutan 6 Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sebelumnya, provinsi Sultra berada di posisi keenam nasional sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Hal itu merujuk data BPS terkait pertumbuhan ekonomi Sultra pada triwulan III tahun 2025 tercatat 5,65 persen, naik dari 5,40 persen pada tahun 2024.

BACA JUGA:  Konawe Tuan Rumah Perjusami Akbar 1 Sultra, Wakapolda Sultra Tekankan Peran Strategis Pramuka

Di atasnya terdapat Maluku Utara (39,10%), Sulawesi Tengah (7,79%), Kepulauan Riau (7,48%), Bali (5,88%), dan Sulawesi Barat (5,83%).

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan komitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan laju pertumbuhan tersebut.

“Sultra masuk sepuluh besar pertumbuhan ekonomi tercepat, urutan keenam. Artinya apa yang kita lakukan saat ini itu bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi. Itu yang harus kita pertahankan,” ungkapnya pada medio November tahun 2025 lalu.

Dia menargetkan Sultra dapat terus memperbaiki peringkatnya di masa mendatang. Untuk mencapai target tersebut, dia menjabarkan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh pemerintah provinsi, dengan memfokuskan perhatian pada sektor yang paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas, yaitu ekonomi mikro.

“Langkah-langkah pasti kita akan melihat mana pembangunan ekonomi yang mampu menstimulus terutama mikro ini karena yang paling dirasakan ini mikro, utamanya UMKM,” jelasnya.

Selain stimulus pada UMKM, ia juga menyoroti peran penting pembangunan infrastruktur dalam mendukung aktivitas ekonomi.

“Jalan juga termasuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita karena sarana transportasi yang digunakan untuk pelaku ekonomi,” tutupnya. (Red)