Swarasultra.id, Kendari – Perum Bulog Sulawesi Tenggara menyiagakan sedikitnya 72 ribu ton beras guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Jumlah fantastis ini diklaim lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas pangan dan harga di seluruh wilayah Bumi Anoa hingga lebaran usai
Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Sultra, Yusran Yunus, selain mencukupi kebutuhan rumah tangga, cadangan pangan yang tersedia juga disiapkan untuk mengawal operasi pasar dan program bantuan pangan pemerintah. Menurut Yusran, pihaknya terus memantau pergerakan stok di gudang-gudang daerah agar penyaluran tidak mengalami kendala teknis menjelang hari raya lebaran.
“Secara umum stok sangat aman, sekitar 72 ribu ton. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Yusran.
Ia menjelaskan, selain menjaga ketersediaan stok di gudang, Bulog Sultra juga aktif menyalurkan beras SPHP dan minyak goreng langsung ke pasar-pasar tradisional guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap stabil.
“Kami rutin setiap hari turun ke pasar untuk menyalurkan beras dan minyak goreng selama Ramadan hingga Idulfitri,” katanya.
Bulog Sultra juga menerapkan pola kerja sama langsung dengan para pedagang pasar agar pasokan beras SPHP dan minyak goreng tetap tersedia sesuai kebutuhan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Komitmen Bulog Sultra ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat. Kini, warga Sulawesi Tenggara dapat menjalankan ibadah Ramadan dan Lebaran dengan tenang tanpa perlu khawatir akan kelangkaan bahan pokok di pasaran. (Red)













