Swarasultra.id, Kendari – Pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra), diharapkan dapat menjadi forum strategis tahunan dalam menentukan arah kebijakan pembinaan olahraga daerah.
Salah satu agenda utama yang dibahas dalam Rakerprov kali ini adalah evaluasi program kerja KONI Sultra serta penentuan tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara.
Ketua Panitia Rakerprov KONI Sultra, Sukrianto, mengatakan bahwa evaluasi dilakukan terhadap seluruh program kerja sejak kepengurusan KONI Sultra dilantik hingga saat ini. Selain itu, Rakerprov juga menjadi momentum penting untuk memutuskan daerah yang akan menjadi tuan rumah Porprov mendatang.
“Agenda utamanya adalah evaluasi program kerja KONI Sultra sejak kepengurusan dilantik hingga sekarang. Selain itu, yang paling penting, hari ini juga akan diputuskan tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi,” kata Sukrianto di sela sela Rakerprov KONI Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari, Minggu (25/1/2026).
Sebelum penentuan tuan rumah, lanjutnya, Gubernur Sultra telah membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi terhadap daerah-daerah yang berminat menjadi tuan rumah Porprov. Verifikasi tersebut dilakukan berdasarkan 13 indikator kesiapan, meliputi sarana dan prasarana olahraga, dukungan anggaran, hingga manajemen pelaksanaan kegiatan.
“Terkait tuan rumah Porprov, sudah ada tim yang dibentuk untuk mengecek kesiapan para peminat tuan rumah berdasarkan 13 indikator. Insyaallah, hari ini akan diputuskan di kabupaten atau kota mana Porprov akan dilaksanakan,” terangnya.
Ia bilang sejumlah daerah masuk dalam pertimbangan, di antaranya Kabupaten Bombana dan Kota Kendari. Bahkan, terdapat opsi pelaksanaan Porprov dengan skema lintas wilayah. Namun demikian, Sukrianto mengakui bahwa dari sisi kesiapan secara umum, Kota Kendari dinilai paling siap.
“Kalau kita mau jujur, yang paling siap memang Kota Kendari. Tetapi tetap ada alternatif lain, seperti Bombana atau pelaksanaan lintas wilayah. Semua keputusan akan diumumkan setelah rapat hari ini,” katanya.
Menurutnya, penentuan tuan rumah tidak hanya mempertimbangkan kesiapan fasilitas olahraga, tetapi juga kemampuan daerah dalam mengelola anggaran. Ia menilai pelaksanaan Porprov lintas kabupaten atau kota membutuhkan manajemen yang lebih kompleks.
Selain penentuan tuan rumah, kata Sukrianto, Rakerprov KONI Sultra juga membahas penambahan dua cabang olahraga (cabor) baru yang akan dipertandingkan, yakni Komite sepak bola mini dan Federasi Gimnastik Indonesia (FGI).
“Jadi Federasi Gimnastik Indonesia sebelumnya telah melaksanakan musyawarah nasional luar biasa pada Maret 2025. Jadi supaya membedakan mana senam dan mana betul-betul gimnastik baik dari segi gerakan, kelenturan dan sebagainya. Dia ini sebenarnya penegasan identitas dan redefenisi dari cabor gimnastik,” jelas Sukrianto.
Ia menambahkan, setelah keputusan tuan rumah Porprov ditetapkan melalui Rakerprov, KONI Sultra bersama pemerintah daerah terkait akan menyusun kebutuhan anggaran pelaksanaan Porprov secara rinci.
“Setelah tuan rumah diputuskan, barulah kita duduk bersama pemerintah daerah untuk menyusun kebutuhan anggaran Porprov secara detail,” tukasnya. (*)













