Swarasultra.id, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, saat menghadiri Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kemendikdasmen yang dirangkaikan dengan Lokakarya Majelis Dikdasmen Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sultra di Aula Pancasila BPMP Sultra di Kendari pada Jumat (9/1/2026) malam.
Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kunjungan kerja Mendikdasmen ke Bumi Anoa.
Kunjungan kedua kali di Sultra, lanjut Gubernur, menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam percepatan pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan di Sultra.
“Kami menyampaikan selamat datang serta terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama rombongan atas kesediaannya melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Tenggara, yang kami yakini membawa berkah dan penguatan nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan,” ujar ASR sapaan akrab Gubernur Andi Sumangerukka.
Ia juga menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, Sultra menjadi salah satu penerima manfaat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari Kemendikdasmen, yang mencakup revitalisasi sarana dan prasarana pada 348 satuan pendidikan serta pembangunan tiga unit sekolah baru.
Selain itu, pada tahun 2026, tercatat 1.374 usulan revitalisasi sarana prasarana satuan pendidikan, disertai dukungan Papan Interaktif Digital (PID) Merah Putih yang telah menjangkau 4.081 satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.
Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Sultra berkomitmen mendorong percepatan revitalisasi sarana prasarana sekolah dan penguatan digitalisasi pembelajaran demi peningkatan mutu dan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.
“Kami berharap ke depan akan ada peningkatan jumlah satuan pendidikan yang menerima manfaat dari program tersebut, dan Pemerintah Provinsi Sultra berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur ASR juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, 70 persen SMK di Sultra akan berperan aktif menyediakan bahan pangan segar untuk Program Makan Bergizi Gratis melalui SMK Pertanian, Peternakan, dan Kelautan, yang didukung oleh platform digital terpadu Website Satu Data MBG untuk memantau secara real time sekolah penerima manfaat, stok komoditas, distribusi, kualitas gizi, dan pencatatan alergi peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, mengapresiasi sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah di Sulawesi Tenggara. Ia menyampaikan bahwa secara nasional, program revitalisasi sekolah telah menjangkau 16.171 satuan pendidikan dan ditargetkan terealisasi 100 persen.
“Program ini merupakan prioritas Presiden. Tidak boleh lagi ada sekolah dengan atap bocor, toilet tidak layak, atau bangunan rusak. Dalam lima tahun ke depan, kita targetkan seluruh satuan pendidikan layak dan mendukung pembelajaran bermutu,” tegas Mendikdasmen.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menjamin Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperoleh bagian dari program revitalisasi dan perbaikan 71 ribu gedung sekolah yang dicanangkan pemerintah pada 2026.
Ia menyatakan bahwa program revitalisasi puluhan ribu satuan pendidikan tersebut menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, guna memastikan seluruh gedung sekolah di Indonesia memiliki sarana dan prasarana yang layak, termasuk di Sultra.
“Pada 2026 ada sekitar 71 ribu satuan pendidikan yang direvitalisasi dan diperbaiki, dan Sulawesi Tenggara tentu menjadi bagian dari program tersebut,” tutup Abdul Mu’ti. (Red)













