PemerintahanSultra

Gubernur Sultra Terapkan Sistem Miretokrasi Dalam Seleksi OPD, Profesionalisme Jadi Penentu

×

Gubernur Sultra Terapkan Sistem Miretokrasi Dalam Seleksi OPD, Profesionalisme Jadi Penentu

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka. (Foto istimewa)

Swarasultra.id, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang profesional dan berorientasi kinerja melalui penerapan sistem meritokrasi dalam seleksi dan pengisian jabatan organisasi perangkat daerah (OPD).

Penegasan itu disampaikan Gubernur Sultra dalam rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kemendikdasmen Sultra di Kendari pada Jumat (9/1/2026) malam.

Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan bahwa kesejahteraan masyarakat Sultra tidak akan tercapai tanpa jaminan keamanan. Rasa aman menjadi fondasi utama bagi pengelolaan potensi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) secara optimal dan berkelanjutan.

“Kita tidak mungkin mencapai kesejahteraan dan mengelola SDM maupun SDA secara maksimal jika tidak ada rasa aman. Keamanan adalah prasyarat menuju masyarakat Sultra yang sejahtera dan religius,” tegas ASR, sapaan akrab Gubernur Andi Sumangerukka.

Untuk membawa Sultra menjadi daerah yang maju di masa depan, Gubernur ASR menekankan bahwa penguatan kualitas SDM harus menjadi pilar utama pembangunan. Olehnya itu, Pemprov Sultra akan menerapkan sistem meritokrasi secara konsisten, terutama dalam pengisian jabatan strategis di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam waktu dekat, seluruh OPD akan diseleksi berdasarkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak prestasi. Gubernur memastikan bahwa penilaian tidak didasarkan pada kedekatan politik maupun latar belakang dukungan saat pemilihan kepala daerah.

“Siapa pun yang berprestasi akan kita hargai. Sistem yang kita gunakan adalah meritokrasi. Tidak masalah apakah yang terpilih bukan tim kami saat maju atau tidak membersamai kami sebelumnya. Ini adalah pilihan terbaik demi kemajuan Sultra,” ujarnya.

Andi Sumangerukka juga menyoroti tingginya ketergantungan Sultra terhadap sektor sumber daya alam (SD). Karena itu ia mengingatkan bahwa potensi SDA yang selama ini menjadi andalan diperkirakan hanya akan bertahan 10 hingga 15 tahun ke depan.

ASR bilang saat ini, kontribusi SDA terhadap perekonomian daerah mencapai Rp118 triliun. Akan tetapi pada tahun 2026, dana transfer yang diterima Pemprov Sultra diperkirakan hanya sekitar Rp207 miliar. Kondisi tersebut menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah untuk segera menyiapkan strategi pembangunan jangka panjang.

“Kalau kita tidak mulai memikirkan dan mempersiapkan dari sekarang, kita tidak akan tahu seperti apa masa depan Sultra,” tukasnya.(Red)

error: Content is protected !!