Swarasultra.id, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, menghadiri pengukuhan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Tenggara masa khidmat 2025–2029 di salah satu hotel di Kendari, Jumat (9/1/2026).
Gubernur Andi Sumangerukka yang akrab dipanggil ASR mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi GP Ansor dengan pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
ASR juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru dan menilai pelantikan tersebut sebagai momentum estafet kepemimpinan serta pembaruan komitmen pengabdian bagi umat, bangsa, dan daerah.
Menurutnya, GP Ansor memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga tantangan ideologis.
“GP Ansor tidak hanya mencetak kader yang kuat secara fisik, tetapi juga matang secara intelektual, spiritual, dan emosional. Pemerintah provinsi membuka ruang bagi Ansor untuk menjadi mitra strategis pembangunan yang adil dan berkelanjutan,” ujar Andi Sumangerukka.
Ia menyoroti kiprah GP Ansor dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui berbagai unit usaha, termasuk koperasi dan sektor jasa. Pemerintah daerah, kata ASR, mendorong kolaborasi antara koperasi yang dimiliki Ansor dengan program pemberdayaan ekonomi yang sedang berjalan.
“Saat ini Koperasi Merah Putih sudah berjalan, GP Ansor juga memiliki koperasi. Ke depan, ini bisa dikolaborasikan, terutama untuk penguatan SDM anak-anak muda,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Andi Sumangerukka juga menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur daerah. Selama 11 bulan kepemimpinannya, Pemprov Sultra telah membangun sekitar 36 kilometer jalan dan menargetkan peningkatan hingga 50 kilometer, kemudian 75 kilometer, bahkan 100 kilometer pada akhir masa jabatan.
“Tanpa infrastruktur jalan, ekonomi daerah sulit bergerak, terutama di wilayah kepulauan dan pinggiran. Dengan capaian 36 kilometer, Sulawesi Tenggara berada di peringkat tiga nasional dan mendapatkan dukungan Inpres,” jelasnya.
Selain pembangunan jalan, Pemprov Sultra mendorong pembangunan perumahan melalui kerja sama dengan koperasi, termasuk rencana pembangunan 1.000 unit rumah di wilayah pinggiran. Namun demikian, Gubernur menekankan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan penguatan SDM agar daerah tidak bergantung pada sumber daya alam semata.
“Ke depan, yang paling menentukan adalah kualitas manusia. Karena itu, SDM harus disiapkan sejak sekarang agar Sulawesi Tenggara tidak tertinggal,” tegasnya.
Lebih lanjut Andi Sumangerukka menekankan tiga fokus yang diharapkan diperkuat GP Ansor, yakni peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan kader, pemberdayaan ekonomi umat melalui kewirausahaan pemuda dan UMKM, serta penguatan moderasi dan modernisasi beragama untuk mencegah ekstremisme dan intoleransi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan sinergi seluruh komponen masyarakat, seraya mencontohkan konflik di berbagai kawasan dunia sebagai dampak dari perpecahan.
Di akhir sambutannya, Gubernur ASR menyampaikan apresiasi kepada pengurus PW GP Ansor Sulawesi Tenggara periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Kepada pengurus baru periode 2025–2029, ia berharap amanah dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan organisasi, daerah, dan bangsa. (Red)













