Swarasultra.id, Kendari – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Muhammad Mardiono, menegaskan agar kader partai tetap soliditas mendukung dan menyukseskan visi besar Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor kemandirian pangan. Hal itu diungkapkan saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) X DPW PPP Sulawesi Tenggara (Sultra) di salah satu hotel di Kendari, Senin (12/1/2026).
Dalam sambutannya, Mardiono menekankan bahwa kehadirannya di Sultra membawa dua amanat penting, sebagai pimpinan partai dan sebagai perpanjangan tangan Presiden RI.
Utusan Khusus Presiden (UKP) RI bidang ketahanan pangan, Mardiono menyatakan bahwa loyalitas tertinggi kader partai saat ini harus didedikasikan bagi kepentingan bangsa dan negara.
“Politik di PPP adalah politik pengabdian. Jabatan yang kita emban harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga,” ujarnya.
Ia mengatakan semua program presiden Prabowo seperti pemberantasan korupsi, kader PPP harus ikut hadir untuk mendorong agar pemerintah terus berperan serta dalam melakukan pemberantasan korupsi termasuk mendukung aparat penegak hukum.
Selain itu, program-program ekonomi umat yang pro rakyat seperti koperasi merah putih juga harus didukung. Kader PPP Sultra, lanjut Mardiono, harus hadir sebagai agen ekonomi rakyat untuk menciptakan ekonomi ummat karena semuanya berasal dari rakyat dan kembali lagi ke rakyat.
Lebih lanjut ia menyampaikan, program unggulan Presiden Prabowo yang harus didukung dan disukseskan adalah makan bergizi gratis, yang menyiapkan generasi sehat dan emas. Termasuk program cek kesehatan gratis.
“Karena kita ingin tau. Kita ingin negara harus menjaga rakyat agar sehat. Rakyat kita itu kadang-kadang kalau mau pergi ke rumah sakit kalau sudah penyakitnya menahun, penyakitnya sudah parah sehingga pemerintah meluncurkan program cek kesehatan gratis, kalau ada masalah supaya segera berobat,” tegas Mardiono.
Termasuk program ketahanan pangan wajib didukung. Di mana pada tahun ini kita bisa menuju swasembada pangan. Sehingga pemerintah tidak perlu lagi mengadakan impor, dan ternyata pemerintah bisa menghentikan impor.
“Dan rakyat tidak teriak, rakyat tidak kekurangan beras. Artinya negeri ini bisa mandiri, dan ini harus kita jaga agar negeri ini tidak ketergantungan kepada bangsa-bangsa lain, khususnya di bidang pangan,” terangnya.
Mardiono mengingatkan bahwa tema Muswil X, “Merawat Persatuan Meneguhkan Perjuangan”, harus diimplementasikan secara nyata oleh seluruh pengurus DPW dan DPC. “Muswil adalah ajang penyatuan energi. Pasca-Muswil, saya tidak ingin melihat ada fragmentasi. Seluruh jajaran DPW dan DPC harus satu komando. Kita harus merangkul semua elemen, memperkuat struktur hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Fokus kita adalah meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang dengan cara-cara yang bermartabat,” tegas Mardiono.
Forum kedaulatan tertinggi partai tingkat wilayah ini menjadi ajang konsolidasi akbar yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus DPW PPP Sulawesi Tenggara serta pengurus DPC PPP dari 17 kabupaten/kota se-Sultra.
Di tempat yang sama, Plt Ketua DPW PPP Sultra, Ir. Rahmawati Badallah, menyatakan kesiapannya menjalankan instruksi pusat bersama seluruh pengurus wilayah dan cabang. Ia menyebut, kehadiran Mardiono sebagai suntikan moral yang sangat berarti.
“Kami bersama seluruh Ketua DPC dari 17 kabupaten/kota berkomitmen menjadikan PPP sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sultra dalam mengawal pembangunan,” tukas Rahmawati. (Red)













