Swarasultra.id, Kendari – Kantor Wilayah (Kanwil) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditugaskan untuk menyuplai beras ke empat provinsi lain di Indonesia.
Ke empat provinsi yang akan menjadi tujuan pengiriman beras itu dalah Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Papua dan Provinsi Maluku.
Kepala Kanwil Perum Bulog Sultra, Dr Benhur Ngkaimi mengungkapkan bahwa pengiriman beras di empat provinsi itu dilakukan lantaran kebutuhan beras di wilayah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pengadaan yang tersedia di wilayah masing-masing
Total beras yang dibutuhkan untuk empat provinsi itu, lanjut Benhur, pihaknya Bulog Sultra menyiapkan sebanyak 44 ribu ton beras dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah tersebut.
Ia menyampaikan pengiriman beras di empat provinsi itu telah dimulai sejak Januari 2026, dan ditargetkan rampung paling lambat pada Maret 2026. Selain untuk memenuhi kebutuhan daerah tujuan, kebijakan ini juga bertujuan mengurangi tekanan kapasitas gudang di Sulawesi Tenggara.
“Pengiriman ini sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan ruang penyimpanan di Sulawesi Tenggara. Sambil berjalan, kami juga terus mengoptimalkan gudang yang ada,” ungkap Benhur saat ditemui di Kantor Bulog Sultra, Senin (26/1/2026).
Realisasi pengadaan beras Tertinggi Sultra
Dalam kesempatan itu, Kabulog Sultra mengatakan bahwa target pengadaan beras secara nasional pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan. Secara nasional, Bulog ditugaskan menyerap pengadaan sebesar 3 juta ton setara beras, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan target nasional tersebut berdampak langsung pada daerah, termasuk Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2025, realisasi penyerapan pengadaan setara beras di Sulawesi Tenggara mencapai sekitar 100.000 ton. Angka ini menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah pengadaan beras Bulog di wilayah tersebut dan sejalan dengan rekor nasional.
Benhur bilang untuk tahun 2026, Sulawesi Tenggara kembali mendapat kepercayaan dengan target pengadaan sebesar 119.000 ton setara beras. Benhur optimistis target tersebut dapat tercapai, terutama melihat capaian positif pada awal tahun.
Pada Januari 2026, target penyerapan di Sulawesi Tenggara sejatinya hanya sekitar 100 ton, berdasarkan data panen dari Kementerian Pertanian. Namun hingga akhir Januari, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 1.200 ton atau jauh melampaui target awal.

“Realisasi di bulan Januari ini sudah jauh di atas target. Kami berharap ini menjadi tanda-tanda baik bahwa Sulawesi Tenggara kembali mampu merealisasikan target pengadaan yang telah diberikan,” ujarnya.
Masih kata Benhur, dari sisi ketersediaan, stok beras Bulog di Sulawesi Tenggara saat ini berada pada posisi aman, yakni sekitar 76.000 ton. Stok tersebut tersebar di seluruh gudang Bulog, termasuk di wilayah kepulauan seperti Wakatobi, Baubau, dan Raha.
Ia menjelaskan, sejak awal tahun Bulog Sultra telah melakukan pengisian dan penyebaran stok ke daerah kepulauan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca pada pertengahan tahun, khususnya pada Juni hingga Agustus, yang biasanya kurang mendukung kelancaran distribusi logistik.
Kendala utama yang dihadapi Bulog Sultra saat ini, tambah Benhur, adalah keterbatasan kapasitas gudang. Total kapasitas gudang induk Bulog di Sulawesi Tenggara hanya sekitar 30.000 ton. Sementara target pengadaan tahun 2026 mencapai 119.000 ton setara beras, sehingga dibutuhkan strategi pengelolaan stok yang optimal. (Red)













