HeadlineKesehatanSultra

Polemik Fasilitas di RSUD Muna, Ketua DPRD Imbau Pemda Segera Evaluasi

×

Polemik Fasilitas di RSUD Muna, Ketua DPRD Imbau Pemda Segera Evaluasi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Muna Muhammad Rahim. (Foto dok. Swarasultra.id)

Swarasultra.id, Kendari – Ketua DPRD Muna, Muhammad Rahim angkat bicara terkait polemik yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H.L.M Baharudin Muna.

Sebelumnya, seorang dokter spesialis kandungan di RSUD Muna, dr Ruhwati membongkar minimnya fasilitas medis saat melakukan operasi kepada pasien. Keluhan itu disampaikan Ruhwati melalui akun media sosial miliknya dan menjadi viral.

Rahim tegas meminta pemerintah kabupaten Muna untuk segera mengambil tindakan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menekankan bahwa isu kesehatan adalah murni masalah kemanusiaan.

Ia menekankan agar pemerintah daerah tidak saling menyalahkan. Sebaliknya, ia mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap segala kelemahan yang ada di RSUD.

“Kesehatan ini bicara kemanusiaan. Harapan saya kepada pemerintah daerah, jangan saling menyalahkanlah. Tentu ingin mengevaluasi lebih jauh terkait kelemahan-kelemahan yang ada di rumah sakit sendiri,” tegasnya.

RSUD dr Baharudin adalah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan manajemen rumah sakit harus betul-betul menyadari kelemahan yang ada, bukannya menyalahkan pihak lain, termasuk dokter.

BACA JUGA:  Bank Sultra Kembali Raih Penghargaan BPD Terbaik Beraset Rp15 Triliun di BIA 2025

Ia juga secara khusus menyinggung masalah fasilitas. Menurutnya, soal fasilitas yang menjadi masalah sepenuhnya adalah tanggung jawab manajemen dan Direktur Rumah Sakit untuk memastikannya.

“Manajemen harus memastikan ketersediaan fasilitas karena proses pasien seperti operasi, melahirkan, dan lain-lain sudah diketahui,” terang Rahim. “Hal ini harus betul-betul diperhatikan oleh manajemen RSUD.”

Ketua DPRD Muna itu menyatakan apresiasinya kepada dokter yang telah berani mengungkap kebenaran bahwa kejadian tersebut adalah ketidakadilan.

Pada kesempatan yang sama, Rahim meminta kepada Bupati Muna untuk segera menegur dan memecat Direktur Rumah Sakit jika perlu, karena dinilai sudah tidak becus dalam menjalankan tugas.

“Saya berharap Bupati Muna untuk segera menegur dan kalau perlu memecat ini Direktur Rumah Sakit, karena sudah tidak becus. Sehingga nama Muna tercoreng hanya gara-gara masalah rumah sakit. Ini sangat memprihatinkan,” kata Rahim.

Menanggapi isu intimidasi terhadap dokter spesialis kandungan, Rahim menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan dan menelusuri siapa yang melakukan intimidasi terhadap dokter tersebut.

BACA JUGA:  Gubernur Bersama Forkopimda Sultra Bersinergi Antisipasi Konflik Sosial

Pihaknya juga akan melihat siapa yang mengancam mencabut izin praktik dokter tersebut. “Kami akan kawal dan insyaallah kami berpihak pada dokter,” tutupnya.

Untuk itu, Rahim menyerukan kepada semua pihak untuk tetap mengawasi segala hal yang terjadi di Kabupaten Muna, baik dari segi kesehatan maupun pendidikan, dan meminta dukungan dari rekan-rekan media yang ada di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Muna.

Sebagai tambahan, dr Ruhwati mengeluhkan tentang set kain operasi yang disiapkan rumah sakit hanya 2 sementara jadwal operasi sebanyak 3 orang pasien.

Belum lagi kain penutup yang kerap dikeluhkan juga tak tersedia. Selain itu, jarum operasi yang rapuh. Hal itu diperlihatkan saat dr Ruhwati tengah melakukan operasi pasien.

Ia memperlihatkan benang benang yang dipakai mudah putus sekali tarik, termasuk kerusakan pada pendinginan ruangan. (Red)