Swarasultra.id, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyoroti kemiskinan dan masalah stunting yang masih tinggi di daerah ini meskipun Sultra dikenal kaya akan sumber daya alam.
Hal itu disampaikan ASR sapaan akrabnya saat membawa sambutan di acara Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Sultra yang digelar serentak, Senin (24/11/2025).
Gubernur ASR meminta seluruh fungsionaris dan kader PDI Perjuangan untuk mengadopsi visi pembangunan daerah Sultra sebagai visi utama mereka. Ia menekankan bahwa politik di era demokrasi tidak boleh hanya berfokus pada perebutan kekuasaan, melainkan harus berorientasi pada pembangunan bangsa dan daerah.
Visi pembangunan Sultra, menurut ASR, meliputi tantangan kompleks mulai dari infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pendidikan, kesehatan, hingga keberlanjutan lingkungan.
“Betul, itu kaya, tapi pada kenyataannya, tingkat kemiskinan, stunting kita masih banyak. Artinya kita belum kaya,” tegasnya, menyampaikan ironi antara kekayaan alam dan tingkat kesejahteraan rakyat.
Mantan pangdam XIV Hasanuddin ini juga menyinggung peran krusial legislator PDI Perjuangan dalam sistem pemerintahan. Ia mengharapkan rekan-rekan dari lembaga legislatif dapat menjalankan fungsi pengontrol pemerintah (check and balance) secara efektif untuk mencegah penyelewengan dan memastikan terciptanya pemerintahan yang bersih dan efektif.
Di akhir sambutannya, Gubernur Sultra mengingatkan agar perbedaan pandangan saat pemilu harus disikapi sebagai keindahan demokrasi, dan setelahnya, semua pihak wajib bersatu karena memiliki tujuan yang sama yakni pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Konferda dan Konfercab PDIP Sultra yang digelar di salah satu hotel di Kendari dihadiri pengurus DPP PDIP dari Jakarta. (Red)













